Tunjuk Bahlil Jadi Kepala BKPM, Ketum Hipmi Berterimakasih kepada Jokowi

Tunjuk Bahlil Jadi Kepala BKPM, Ketum Hipmi Berterimakasih kepada Jokowi
Pengusaha muda yang juga mantan ketua HIPMI Bahlil Lahadalia, memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Hotman Siregar / RSAT Rabu, 23 Oktober 2019 | 09:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum terpilih Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2019-2022 Mardani H Maming mengucapkan selamat atas penunjukan Bahlil Lahadalia Ketua Umum HIPMI sebelumnya sebagai Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Jokowi. Penunjukan tersebut memberikan kebahagiaan luar biasa bagi seluruh keluarga besar HIPMI seluruh Indonesia, dan menjadi amanah yang harus disukseskan secara bersama-sama.

Menurut Mardani, salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah investasi yang rendah yang kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah, sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang juga rendah. Rendahnya investasi disebabkan oleh masih banyaknya hambatan investasi di Indonesia yang perlu diurai satu-persatu agar iklim investasi Indonesia dapat ditingkatkan.

"Investasi di Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan tapi angka peningkatannya rendah sehingga tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang maksimal sesuai target yaitu 6%," tutur Maming, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan data Hipmi, investasi tahun 2014 sebesar Rp 463,1 T, 2015 sebesar Rp 519,5 T, 2016 sebesar Rp 612,8 T. Sedangkan tahun 2017 sebesar Rp 692,8 T, tahun 2018 sebesar Rp 721,3 T, dan semester I 2019 sebesar Rp 395 T atau hampir 50% dari target investasi kita tahun 2019 ini sebesar Rp 792,3 T.

Selain masalah investasi yang rendah, sambung Mardani, yang juga perlu untuk diselesaikan adalah senjangnya antara rencana investasi yang telah disetujui dengan investasi yang benar benar direalisasikan, yang kalau dibandingkan hanya sepertiga dari rencana investasi yang benar-benar berjalan. Karena itu dibutuhkan berbagai macam terobosan dan langkah eksekusi agar rencana investasi dapat berjalan baik di lapangan.

"Hambatan investasi yang ada terentang luas, mulai dari persoalan aturan, lahan, birokrasi, tenaga kerja dan lainnya  menjadikan rencana investasi kadangkala tidak berjalan di lapangan. Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang tumbuh dari bawah dan memimpin organisasi pengusaha muda di Indonesia pasti memahami masalah ini dengan baik sehingga mampu menguraikan dan menyusun langkah terobosan untuk meningkatkan investasi di Indonesia," katanya.

Mardani menyebut Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang selain memahami kalkulasi bisnis, juga turun ke lapangan langsung mendampingi unit usaha yang dikerjakannya. HIPMI akan menjadi mitra pemerinatah untuk menggalakkan dan mendorong investasi di Indonesia, dan akan berkolaborasi dengan mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia terkait agenda tersebut.

Hipmi, tambah Mardani, akan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun Investasi di Indoneisa dengan mendorong seluruh anggotanya untuk dapat berinvestasi di seluruh sektor ekonomi yang digelutinya. Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut diharapkan agar Investasi di Indonesia dapat meningkat yang akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi terima kasih atas amanah yang diberikan kepada Keluarga Besar Hipmi atas penunjukan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadia sebagai Kepala BKPM, dan amanah tersebut akan kami dukung secara aktif agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud," tandas Mardani.



Sumber: Suara Pembaruan