Polisi Tangkap 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Polisi Tangkap 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng
Ninoy Karundeng ( Foto: BeritasatuTV )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menangkap 15 orang tersangka terkait kasus penganiayaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Sebanyak 13 orang ditahan, sementara dua lainnya ditangguhkan karena alasan kesehatan.

"Tersangka yang ditangkap berjumlah 15 orang. Dari 15 orang ini (13 tersangka) dilakukan proses penahanan, dan berikutnya ada dua orang karena alasan kesehatan kemudian kami tangguhkan," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/10/2019).

Ninoy Ungkap Sosok Pria yang Menginterogasinya

Ke-15 orang yang telah ditangkap yakni, AA (42), YY (54), ARS (52), RF (22), Ir. S (49), Tri (59), SR (39), RI alias Baros (30), ABK (30), R (47), IA (57), BDY (45), F (47), IZH (36), dan YI (52).

Dikatakan Dedi, dua orang yang dilakukan penangguhan penahanan berinisial F dan RF.

"F ditangguhkan pada tanggal 15 Oktober, dan RF ditangguhkan karena lanjut usia dan kondisi fisik kurang sehat, pada 5 Oktober. Namun, dalam perkembangan atau langkah berikutnya kita akan tetap melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dikirim ke kejaksaan," ungkapnya.

Sementara itu, satu orang tersangka berinisial AS -suami tersangka IZH- masih dalam buron. Penyidik sudah memasukannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Jadi 14 Orang

"Kami pastikan yang bersangkutan yang masuk daftar pencarian orang akan kami cari sampai dapat," katanya.

Para tersangka dikenakan Pasal 48 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) Undang - Undang Republik Indonesia No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau pasal 333 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun bui.

Diketahui sebelumnya, rekaman video berisi Ninoy Karundeng disekap dan dianiaya viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu, Ninoy diinterogasi oleh para tersangka terkait kegiatannya di media sosial. Wajahnya, nampak lebam-lebam.

Interogasi itu, dilakukan di dalam sebuah ruangan di dalam Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy juga dipaksa untuk mengakui kalau dia merupakan buzzer Jokowi-Amin, dan mendapatkan bayaran berapa. Ninoy akhirnya dilepas pada Selasa pagi.

Ninoy Bongkar Peran Dokter IZH dalam Kasus Penganiayaan



Sumber: Suara Pembaruan