Bawa Kokain ke Bali, Dua WNA Diamankan

Bawa Kokain ke Bali, Dua WNA Diamankan
Ilustrasi kokain. ( Foto: Reuters / Enrique Castro-Mendivil / Enrique Castro-Mendivil )
I Nyoman Mardika / WBP Senin, 21 Oktober 2019 | 22:36 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Dua warga negara asing, TF (37) asal Rusia, dan OJ (47) asal Prancis, ditangkap Bea Cukai di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali karena kedapatan membawa kokain.

"Tanggal 16 Oktober 2019, petugas Bea Cukai mengamankan narkotika jenis kokain yang diselundupkan penumpang wanita berkewarganegaraan Rusia dalam barang bawaannya, sedangkan yang Prancis ada di dalam paket kirimannya," kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, usai konferensi pers di Badung, Bali, Senin (21/10/2019).

Ia mengatakan kedua warga negara asing ini tidak ada keterkaitan satu sama lain, melainkan ditangkap di waktu yang sama karena membawa kokain.

TF membawa kokain sebesart 0,14 gram neto, sedangkan tersangka OJ dengan total 22,57 gram neto dalam bentuk pengiriman paket.

Himawan menjelaskan TF menyimpan bubuk putih di tabung transparan dalam barang bawaannya yang dicurigai mengandung narkotika. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa bubuk putih dalam tabung itu, positif mengandung kokain.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Ngurah Rai Bali Teddy Triatmojo mengatakan bahwa tersangka TF saat diperiksa pura-pura mengalami kejang-kejang dan seperti kena serangan jantung.

"Pas diperiksa dia pura-pura gila, pura-pura kena serangan jantung, ketika itu kita langsung bawa ke petugas karantina kesehatan, hasil pemeriksaannya normal dan tidak ditemukan gangguan kesehatan," kata Teddy Triatmojo.

Ia menambahkan bahwa tersangka TF yang juga bekerja sebagai dokter kecantikan ini, telah datang ke Bali sebanyak dua kali dengan tujuan berlibur.

Untuk tersangka OJ, petugas melakukan control delivery ke lokasi tujuan paket setelah sebelumnya melakukan pengawasan ke Kantor Pos Indonesia. Pengawasan karena petugas mencurigai paket internasional tujuan Bali dari hasil pencitraan X-ray.

Setelah petugas menghubungi nomor yang tertera pada paket, dan diterima seorang WNA di Canggu, Badung, petugas langsung menghubunginya.

"Tersangka OJ ini mengubah-ubah tujuan lokasi pengantaran paket ke Kantor Pos Batu Bolong, lalu kembali diubah ke SPBU Pererenan. Nah nggak lama dari itu, OJ langsung ditangkap oleh petugas atas paket yang berisi kokain ini," ujar Teddy Triatmojo.

Tersangka OJ sebagai penerima paket berisikan kokain, diduga telah melanggar Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia diancam pidana penjara hukuman mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar ditambah sepertiga.

Sedangkan untuk tersangka TF diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo pasal 113 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit R p1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan