Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peternak Sapi Perah Lokal Perlu Dukungan Semua Pihak

Senin, 21 Oktober 2019 | 21:53 WIB
Oleh : Aries Sudiono / LES

Tulungagung, Beritasatu.com - Tingkat konsumsi susu sapi Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN. Selain diterjang produk impor, produksi susu sapi lokal memang masih rendah. Kelak untuk mencapai target kesediaan pangan nasional, peternak sapi perah lokal perlu dukungan kolaborasi semua pihak.

“Impor susu kita luar biasa, hampir 80%, tapi masa konsumsinya enggak naik-naik? Kalau impor itu banyak kan memperkaya peternak di luar negeri. Di Sumatera Utara, ada satu perusahaan importir susu kental manis Malaysia dan jual di Medan. Waktu zaman Pak Harto (Presiden, Red), impor itu sudah 60%, sekarang naik jadi 80 %, itu artinya bukan kemajuan, tapi kemunduran,” papar Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB Epi Taufik di Tulungagung, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Paparan Epi Taufik tersebut disampaikan dalam acara Bincang-bincang Bewara yang diselenggarakan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bekerja sama dengan Koperasi Bangun Lestari Tulungagung untuk memperingati Hari Pangan Sedunia.

Epi mengutip data terakhir dari Kementan dan BPS (2017), tingkat konsumsi susu Indonesia tahun 2016 hanya 16,5 kg per kapita per tahun. Bahkan tingkat konsumsi susu Indonesia itu masih kalah jauh dari negara ASEAN seperti Malaysia (50,9), Thailand (33,7), dan Filipina (22,1).

“Di Jepang, perusahaan-perusahaan diwajibkan pemerintah untuk membeli susu dari peternakan rakyat. Tidak ada perusahaan besar yang punya peternakan sapi perah. Di Thailand, 40% produksi susunya dibeli pemerintah untuk konsumsi anak sekolah. Dari anak TK hingga kelas 6 SD, semuanya gratis. Konsekuensinya swasta dapat kuota impor,” paparnya.

Epi Taufik mengatakan pengetahuan dan pemahaman para peternak sapi perah lokal harus terus diperbarui, sesuai dengan GDFP (Good Dairy Farming Practices) salah satunya melalui program kemitraan seperti yang dilakukan FFI. Saya berharap industri pengolahan susu lainnya dapat melaksanakan hal yang sama.

Fresh Milk Relationship Manager Frisian Flag Indonesia Efi Lutfillah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peranan penting peternak sapi perah lokal dalam ketersediaan susu nasional dan kontribusinya terhadap gizi nasional. Selain itu, melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, diharapakan para peternak dapat menggenjot produksi sapi perah dan turut meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kami berharap masyarakat lebih menyadari kontribusi peternak lokal dalam penyediaan kebutuhan susu dan gizi nasional. Kegiatan ini juga merupakan salah satu wadah untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar sesama peternak sapi perah lokal dengan ahli peternakan untuk meningkatkan produksi susu dan kesejahteraan peternak,” ujar Efi dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Efi menambahkan sebagai pelaku industri susu, peternak, dan stake holder yang terlibat memahami bahwa mereka dapat mencapai tujuan dengan berkolaborasi melalui kemitraan.

“Dengan berbagai tantangan yang ada, kami menyadari bahwa kami membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan itu. Kedepannya, FFI tetap konsisten dalam mengembangkan potensi para peternak sapi perah lokal di Indonesia melalui pendekatan kolaborasi atau kemitraan ini.” tambah Efi.


Ketua Koperasi Bangun Lestari Tulungagung, Muntohin mengapresiasi berbagai inisiatif yang dilakukan oleh FFI terhadap peternak lokal. Ia mengakui adanya perubahan signifikan yang dialami oleh para peternak lewat berbagai inisiatif yang dilakukan oleh FFI.

“Kebanyakan peternak yang ada di koperasi ini adalah peternak turunan. Pengetahuan yang ada pun biasanya hanya didapatkan dari lingkup yang terbatas. Kami sebelumnya tidak mengetahui apa yang dibutuhkan oleh industri dan begitu juga sebaliknya, industri tidak mengetahui apa yang dibutuhkan oleh peternak. Dengan adanya kemitraan antara FFI dan peternak lokal, ada dialog yang terjadi dan solusi-solusi yang bisa diambil terhadap tantangan ini. Hal-hal yang sebelumnya dianggap sederhana dan sepele seperti pemberian pakan atau tempat tidur para sapi ternyata berpengaruh besar terhadap kuantias dan kualitas produksi susu yang nantinya berimbas ke pendapatan peternak.” ujar Muntohin.

Kesuksesan itu juga disampaikan Mita Kopiyah, peternak sapi perah Tulungagung sejak 2005. Hingga saat ini, Mita dan suaminya mempunyai 15 sapi perah dengan produksi sekitar 75 liter/hari. Pada 2018, Mita resmi bergabung sebagai peternak binaan Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui Koperasi Bangun Lestari, dengan mengikuti program Farmer2Farmer.

Pada tahun berikutnya (2019), Mita terpilih menjadi salah satu dari 4 peternak yang diberangkatkan ke Belanda dalam naungan program tersebut selama dua pekan untuk mengikuti berbagai pelatihan langsung dengan peternak Belanda. Di sana, Mita diajarkan manajemen kandang serta sistem pemeliharaan dengan standar “Good Farming Practices For Animal Production Food Safety” yang ditetapkan oleh FAO.

“Banyak pengetahuan yang didapatkan, terutama tentang kesehatan sapi, cara pemberian rumput, konsetrat dan air minum, hingga pola bentuk kandang yang tepat. Satu hal lagi yang paling penting adalah kebiasaan untuk mencatat atau diary sapi. Jadi kami tahu produksi dan perkembangan sapi setiap hari. Sebelum mengikuti F2F, produksi susu dari peternakan biasanya hanya di angka 8-12 liter/ekor/hari. Setelah program F2F, produksi sekarang biasanya stabil di angka 15-18/liter/ekor/hari. Bahkan beberapa hari bisa mencapai 26 liter. Secara pendapatan, kami juga mengalami kenaikan bahkan saat ini, anak saya tertarik untuk melanjutkan usaha ini,” ujar Mita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Akan Pangkas Eselon, Wali Kota Bogor Minta Kaji Ulang

Bima menilai, eselonisasi sengaja diciptakan untuk kebutuhan pembinaan dan pematangan aparatur sipil negara (ASN) dalam birokrasi.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

KPK Perkuat Bukti Korupsi Pekerjaan Fiktif 14 Proyek Waskita Karya

Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Kelompok Ini Mau Gagalkan Pelantikan Presiden Pakai Katapel Bola Peledak

Mereka akan membuat kerusuhan dengan menunggangi aksi unjuk rasa menggunakan katapel bola karet berbahan peledak.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

KPK Cecar Adik BW soal Proyek QCC di Pelindo II

Ferialdy dan Haryadi merupakan terpidana korupsi mobile crane kapasitas 25 dan 65 ton untuk keperluan cabang Pelabuhan PT Pelindo II.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Eggi Sudjana Diamankan, Ini Penjelasan Polisi

Setelah meminta keterangan, penyidik kemudian memulangkan Eggi.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Mewujudkan Ketahanan Pangan Butuh Keputusan Politik

Berkurangnya luas lahan pertanian menjadi masalah krusial.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Ekonom Kritik Rencana Jokowi Pangkas Jabatan Eselon

Faisal juga meyakini orang yang membuat pidato Presiden Jokowi saat acara pelantikan bukanlah dari kalangan istana atau Kantor Staf Presiden.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Sidang Perdana Praperadilan Imam Nahrawi Lawan KPK Ditunda

Sidang perdana ini ditunda lantaran KPK sebagai pihak termohon tak hadir dalam persidangan.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

Layanan Capsule Bus Koja Trans Segera Hadir di Kota Jambi

Kehadiran Koja Trans diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat Jambi dalam memanfaatkan angkutan umum.

NASIONAL | 21 Oktober 2019

KPK Bantu Pemprov Sulsel Tertibkan Aset Rp 6,5 Triliun

Tujuh aset Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar yang dikuasai oleh pihak ketiga senilai Rp 1,4 triliun

NASIONAL | 21 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS