KPK Cecar Adik BW soal Proyek QCC di Pelindo II

KPK Cecar Adik BW soal Proyek QCC di Pelindo II
Ilustrasi Korupsi ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / WBP Senin, 21 Oktober 2019 | 21:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II yang menjerat mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino. Untuk mengusut kasus ini, tim penyidik memeriksa mantan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Noerlan dan staf Direktorat Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelindo II sekaligus mantan Senior Manajer Peralatan PT Pelindo II tahun 2009-2015, Haryadi Budi Kuncoro, Senin (21/10/2019).

Ferialdy dan Haryadi merupakan terpidana korupsi mobile crane kapasitas 25 dan 65 ton untuk keperluan cabang Pelabuhan PT Pelindo II.

Dalam pemeriksaan hari ini, tim penyidik KPK mencecar Ferialdy dan Haryadi mengenai proses proyek QCC di PT Pelindo II. KPK menduga, Haryadi yang merupakan adik dari mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) dan Ferialdy mengetahui proses pengadaan QCC yang diduga menjadi bancakan RJ Lino. "Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan proses pengadaan QCC di Pelindo II," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/10/2019).

KPK menyangka Lino telah melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut PT Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, HDHM sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II.



Sumber: Suara Pembaruan