Eggi Sudjana Diamankan, Ini Penjelasan Polisi

Eggi Sudjana Diamankan, Ini Penjelasan Polisi
Eggi Sudjana. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / JAS Senin, 21 Oktober 2019 | 20:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Eggi Sudjana diamankan polisi jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, di kediamannya Perumahan Villa Indah Padjajaran, Kota Bogor, Minggu (20/10/2019) dini hari.

Menyoal terkait kasus apa advokat senior itu dibawa ke Polda Metro Jaya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Eggi dimintai keterangannya sebagai saksi, sebab dirinya berada di dalam WhatsApp Grup yang merencanakan kerusuhan.

"Ada enam saksi yang diperiksa termasuk Pak Eggi Sudjana. Pak Eggi Sudjana ikut di dalam WA grup," ujar Argo, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Argo, Eggi sempat ditawari apakah mau menyumbang untuk membuat bom, namun dia tidak merespons.

"Beliau ditawari, dikatakan bahwa mau buat bom nitrogen, mau menyumbang tidak. Tapi beliau tidak respons. Makanya, yang bersangkutan kita ajak ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan agar jelas keterangannya karena Pak Eggi ikut dalam WA grup," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, setelah meminta keterangan penyidik kemudian memulangkan Eggi. "Sekarang sudah dipulangkan," kata Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membekuk enam orang tersangka yang merencanakan menggagalkan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR RI, menggunakan ketapel bola berbahan peledak.

Enam tersangka yang ditangkap berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM tergabung dalam grup WhatsApp bernama "F" yang merencanakan kegiatan menggagalkan Pelantikan Presiden. WA grup itu memiliki 123 anggota dengan lima orang admin.

Kelompok ini masih ada hubungannya dengan kelompok dosen nonaktif IPB berinisial AB, yang juga hendak membuat kerusuhan dengan menggunakan bom rakitan sehingga berdampak mengganggu Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com