Rais Aam PBNU: Hormati dan Teladani Pemimpin Bangsa

Rais Aam PBNU: Hormati dan Teladani Pemimpin Bangsa
Istigasah kubra bertajuk “Mengetuk Langit Menebar Damai” yang digelar Master C19, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (17/10/2019) malam. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 17 Oktober 2019 | 22:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Istigasah kubra bertajuk “Mengetuk Langit Menebar Damai” yang digelar Master C19, Kamis (17/10/2019) malam, berlangsung khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mengatakan, momen politik sudah selesai, karena sudah terpilih secara demokratis pemimpin bangsa. Artinya, masyarakat sudah selayaknya menghormati dan meneladani para pemimpin bangsa.

"Presiden dan wakil presiden sudah terpilih. Ketua DPR, MPR, juga sudah terpilih. Kita sebagai umat sudah seharusnya menghormati dan menaati para pemimpin," ujar Kiai Miftahul Akhyar saat istigasah yang dihelat di Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Diharapkan, istigasah yang dihadiri puluhan kiai dan habib serta ribuan santri tersebut benar-benar jadi penyejuk suasana jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Puluhan kiai dan habib yang datang dari berbagai daerah pun khusyuk memimpin jalannya istigasah. Para kiai dan habib mendoakan agar masyarakat menuai kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.

Sebelum istigasah dimulai, tim hadrah melantunkan salawat nabi. Ribuan jamaah pun terbuai dan mengikuti lantunan salawat nabi yang dibawakan tim hadrah dari Kudus, Jawa Tengah, tersebut.

Ketua Dewan Pakar Master C19, Juri Ardiantoro bersyukur dapat menyelenggarakan istigosah. "Semoga istigasah ini bisa menjadi penyejuk kita semua dan bangsa Indonesia pada umumnya," tandasnya.

Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden, seperti sekarang ini, suhu politik mendidih. Ironisnya berdampak di masyarakat luas. Karena itulah, dibutuhkan kegiatan yang menyejukkan bagi masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan