Tingkatkan Kualitas SDM, Kampus Garam Nagekeo Perlu Bantuan

Tingkatkan Kualitas SDM, Kampus Garam Nagekeo Perlu Bantuan
Kampus rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Nagekeo Mbay, NTT. ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Selasa, 15 Oktober 2019 | 06:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Politeknik Negeri Ujung Pandang membentuk ‘Kampus Garam'. Hal itu guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pengelola garam. Adapun ‘Kampus Garam’ ini merupakan kampus rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Nagekeo yang berada di Mbay, Nagekeo, NTT.

Direktur Akademi Kampus Garam Amandus mengatakan, kampus rintisan tersebut dapat dikatakan ‘Kampus Garam' yang menawarkan program studi di luar domisili (PDB).

Dia menjelaskan, ‘Kampus Garam’ menawarkan dua program studi yakni teknologi kimia industri dan administrasi bisnis. Kampus tersebut merupakan satu-satunya yang memiliki program studi teknologi produksi garam di Indonesia. Tahun ini kampus tersebut telah berhasil meningkatkan programnya dari D2 menjadi D4 atau sarjana terapan.

Sebagaimana siaran pers Kemenko Kemaritiman yang diterima Senin (14/10), Amandus mengakui kampus itu masih terkendala infrastruktur. “Kampus masih membutuhkan banyak bantuan. Area kampus ini masih blank spot, tidak ada sinyal selular sama sekali. Mahasiswa kesulitan untuk mengakses informasi melalui internet. Listrik dan air juga sangat terbatas" ujarnya saat menerima kunjungan jajaran Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perindustrian dan PT Cheetham Garam Indonesia, Kamis (10/10).

Menurut dia, dukungan infrastruktur terhadap eksistensi ‘Kampus Garam' sangat berarti. Hal itu mengingat garam merupakan komoditas yang juga dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, tak hanya warga NTT.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Non Konvensional Kemenko Kemaritiman Fatma Puspita Sari mengungkapkan, saat ini memang sangat diperlukan peningkatan kualitas SDM secara simultan di Provinsi NTT. Hal itu mengingat Provinsi NTT merupakan Provinsi Garam.

“Investasi di Nagekeo tidak hanya bersifat FDI (Foreign Direct Investment) dari Cheetham Garam Indonesia melainkan juga investasi sumber daya manusia," kata Fatma.

Presiden Direktur Cheetham Garam Indonesia Arthur Tanudjaja menegaskan, pihaknya membutuhkan SDM andal dan akan mengutamakan tenaga kerja lokal. Adapun mahasiswa AKN dapat melakukan praktek kerja lapangan di Cheetham.

Terkait masalah sinyal telekomunikasi, Bupati Nagekeo Don Bosco Do telah bersurat kepada (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi/BAKTI) Kemenkominfo untuk meminta bantuan pembangunan menara-menara BTS (base transceiver station). Hal itu mengingat daerah Nagekeo masih termasuk daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).



Sumber: Suara Pembaruan