Peringatan Hari Santri 2019

Menag: Santri Adalah Duta Perdamaian

Menag: Santri Adalah Duta Perdamaian
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, membantu pengibaran bendera merah putih sepanjang 740 meter yang dilakukan oleh ratusan santri dalam peringatan Hari Santri 2019 di Jakarta, Minggu 13 Oktober 2019. ( Foto: istimewa )
Maria Fatima Bona / EAS Senin, 14 Oktober 2019 | 15:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin meminta agar para santri konsisten pada identitas diri yang selama ini ditampilkannya. Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ke-4.

“Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam, dari akar kata salam yang artinya kedamaian. Itulah inti jiwa santri,” kata Menag Lukman dalam sambutannya pada rangkaian peringatan Hari Santri 2019 di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (14/10/2019), Lukman menyebut santri sebagai duta yang menyebarkan perdamaian kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Oleh karena itu, ia mengingatkan tentang identitas santri yang harus selalu ditampilkan dalam kehidupan beragama dan bernegara. Pasalnya, negara sudah sering menghadapi bahaya disintegrasi dan intoleransi.

"Selama ini santri telah berperan dengan baik dalam menjaga pagar persatuan Indonesia," ujarnya.

Lukman juga menyebutkan, santri memiliki ciri khas yakni menghargai perbedaan.

“Sejak hari pertama mondok, santri sudah berhadapan dengan kemajemukan,” katanya.

Ciri santri yang lain, lanjutnya, adalah memiliki kecintaan luar biasa kepada Indonesia.

Pada kesempatan sama, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin menambahkan, peringatan Hari Santri ini bukan hanya untuk diri santri, tetapi juga menabalkan prinsip Islam moderat.

"Santri tidak hanya kuat dalam religiusitas saja tetapi juga hebat dalam rasa nasionalisme. Untuk menjaga hal itu, negara perlu hadir, menjaga, dan memupuknya," ujar Kamaruddin.

Seperti diketahui, Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres No. 22 Tahun 2015 silam. Parade Hari Santri diinisiasi oleh Kementerian Agama untuk meneguhkan posisi kaum santri di garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian di tengah maraknya pertikaian, konflik, dan peperangan di berbagai belahan dunia.

Peringatan Hari Santri 2019 dihadiri oleh 5.000 santri dari berbagai daerah. Selain acara di atas panggung, ada pula parade santri di arena hari bebas kendaraan (car free day) di sepanjang jalan MH Thamrin, serta pengibaran bendera merah putih sepanjang 740 meter yang dilakukan oleh ratusan santri dari pesantren Asshidiqiyah Jakarta.



Sumber: Suara Pembaruan