Pascapenusukan Wiranto, Pengamanan Tamu VIP di Bali Ditingkatkan

Pascapenusukan Wiranto, Pengamanan Tamu VIP di Bali Ditingkatkan
Ilustrasi polisi bersenjata. ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / FMB Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:41 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Pascakejadian penusukan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto di Banten, Polda Bali akan memperketat pengamanan tamu VIP/VVIP yang sering datang ke Bali.

“Kasus yang menimpa Wiranto diharapkan tidak akan terjadi hal serupa di wilayah hukum Polda Bali. Pengamanan di Bali akan ditingkatkan terutama dalam pengamanan tamu VIP/VVIP," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi SP, Jumat (11/10/2019).

Menurutnya, selama ini Bali sering kali didatangi tamu VIP/VVIP terkait kegiatan bersifat internasional maupun nasional. Selama ini, semuanya berjalan lancar dan aman. Kendati demikian, dengan kasus yang menimpa Menko Polhukam Wiranto, tentunya aparat keamanan tidak boleh lengah sehingga terjadi kasus penusukan tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Ruddi Setiawan sudah meningkatkan pengamanan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden mendatang. Khusus pengamanan di Denpasar dan sekitarnya disiagakan 1.600 personel. “Ini antisipasi jika terjadi kerusuhan. Jadi, kami tidak menetapkan siaga satu tetapi kami dalam kondisi siap untuk pengamanan. Ribuan personel Polresta Denpasar semuanya wilayah Denpasar. Tidak ada wilayah khusus yang diatensi,” tegas Kombes Ruddi, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Kombes Ruddi menegaskan hingga saat ini wilayah Denpasar kondisinya sangat kondusif berkat dukungan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Denpasar. Persiapan ini untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminalitas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami setiap hari akan meningkatkan kegiatan patroli dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pasukan yang disiagakan ini adalah untuk mengantisipasi jika terjadi demontrasi meskipun sejauh ini tidak ada tanda-tanda adanya demo. Kami sebagai pengendali keamanan tetap melakukan antisipasi lebih awal,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan