Penyerangan Wiranto, Paspampres Tidak Tambah Personel

Penyerangan Wiranto, Paspampres Tidak Tambah Personel
Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. ( Foto: SP/Yeremia Sukoyo )
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tidak menambah anggota untuk mengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Paspampres selalu bersiaga.

“Tidak ada (penambahan anggota Paspampres). Kami sudah siaga dan mudah mudahan tak terjadi ya,” kata Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak, Kamis (10/10/2019).

Maruli menegaskan, pengamanan terhadap Presiden Jokowi sudah sangat tinggi. Oleh sebab itu peningkatan pengamanan tidak diperlukan.

“Kita kan standar sudah high risk. Kalau kita enggak tahu kondisinya bagaimana harusnya bisa diantisipasi,” ujar Maruli.

Maruli menambahkan, Paspampres telah menghitung potensi ancaman bahaya tatkala Presiden menyapa langsung masyarakat. “Semua ada SOP-nya. Kalau kami saat dropping harusnya sudah clear,” imbuh Maruli.

Seperti diberitakan, Menko Polhukam Wiranto dirawat di RSPAD Gatot Soebroto setelah diserang dua orang tidak dikena di Alun-alun Menes usai meresmikan Universitas Mathla'ul Awal di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) sekitar pukul 11.55 WIB.

Wiranto yang mengalami dua luka tusukan di bagian perut sempat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Selain Wiranto, pelaku penyerangan juga melukai seorang aparat kepolisian.



Sumber: Suara Pembaruan