Keamanan Kondusif, Pengungsi Mulai Balik ke Wamena

Keamanan Kondusif, Pengungsi Mulai Balik ke Wamena
Sebanyak 87 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena yang pecah pada 23 September 2019 lalu telah dipulangkan kembali ke Wamena, Papua. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:53 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Sebanyak 87 orang pengungsi korban kerusuhan Wamena yang pecah pada 23 September 2019 lalu telah dipulangkan kembali ke Wamena, Papua.

Sebanyak 29 di antara pengungsi yang kembali tersebut merupakan anak-anak, dan 58 orang dewasa.

Para pengungsi korban kerusuhan Wamena tersebut diberangkatkan dari Lanud Silas Papare Jayapura ke Wamena dengan menggunakan pesawat TNI AU C-130.

"Alhamdulillah, mereka sudah punya kepercayaan tentang situasi keamanan di Wamena sehingga mereka kembali," kata Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso di Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019).

Pemulangan kembali 87 orang ini dilakukan atas permintaan pengungsi karena merasa Wamena telah aman dan normal.

Dalam pemberangkatan itu, anak-anak pengungsi dibekali peralatan sekolah, berupa buku dan alat tulis serta sepatu yang diberikan dari Persatuan Istri Purnawirawan (Perip), Paguyuban Trikora Maluku-Irian Jaya (Malirja) dan Majelis Taklim Halim.

"Mayoritas pengungsi yang balik ke Wamena berasal dari Sumatera Utara," ujar Tri.

Saat ini, Lanud Silas Papare menyiapkan satu pesawat Hercules untuk mengangkut kembali masyarakat yang ingin kembali ke Wamena.

“Satu pesawat Hercules lainnya telah kembali ke home base di Makassar. Penerbangan kali ini tetap difokuskan bagi pengungsi yang kembali ke Wamena,” ucap Tri.

Sehari sebelumnya, Lanud Silas Papare juga memberangkatkan 87 orang pengungsi asal Toraja, Sulsel, kembali ke Wamena.



Sumber: BeritaSatu TV