Nono Sampono Akan Bicarakan soal RSUD Tulehu dengan Menkes

Nono Sampono Akan Bicarakan soal RSUD Tulehu dengan Menkes
Anggota DPD Nono Sampono meninjau sejumlah bangunan RSUD dr Izak Umarella, Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah yang rusak terdampak gempa bermagnitudo 6,5. ( Foto: ANTARA )
/ JAS Minggu, 6 Oktober 2019 | 17:37 WIB

Ambon, Beritasatu.com - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono menyatakan, dirinya akan berkoordinasi dan membicarakan rehabilitasi sejumlah bangunan RSUD dr Izak Umarella, dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F Moeloek.

Beberapa bangunan di RSUD yang terletak di Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah itu rusak terdampak gempa bermagnitudo 6,5 yang terjadi 26 September 2019 lalu. 

"Setelah kembali ke Jakarta, secepatnya saya akan koordinasi dengan Menkes maupun Dirjen tentang penanganan kerusakan di RSUD Tulehu," ujar Nono Sampono di Ambon, Minggu (6/10/2019).

Menurutnya, perlu segera disediakan atau dibangun rumah sakit darurat dengan didukung fasilitas memadai di daerah Tulehu, Kecamatan Salahutu sehingga penanganan para korban pascagempa dapat dilakukan optimal.

Menurut Nono ada dua opsi yang bisa dilakukan yakni pembangunan gedung baru dengan struktur tahan gempa atau dilakukan relokasi ke tempat yang dianggap lebih aman dari gempa.

Anggota DPD Nono Sampono (kanan) meninjau korban gempa Ambon.

Ia menyinyalir wilayah Desa Tulehu, Waai dan Liang merupakan masuk dalam jalur patahan aktif, sehingga mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat.

Dia menerangkan, tindakan yang perlu segera dilakukan yakni menyediakan rumah sakit darurat karena pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap berjalan, di samping memanfaatkan lokasi terdekat misalnya di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di desa Suli untuk dijadikan rumah sakit sementara.

Nono juga menyarankan pemanfaatan lahan kosong maupun gedung-gedung tidak terpakai dengan konstruksi tahan gempa di sekiar kampus Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, di desa Tulehu yang saat ini menjadi lokasi penampungan sementara pengungsi terdampak gempa, dapat digunakan untuk relokasi RSUD tersebut.

"Jika harus direlokasi saya lihat ada lahan luas dan gedung-gedung kosong di sekitar kampus Unidar. Itu saja bisa dipakai untuk sementara. Nanti saya bicara dengan gubernur atau dengan Bupati untuk masalah ini," jelasnya.

Senator dari daerah pemilihan Maluku tersebut menegaskan, dalam kondisi darurat sekalipun pelayanan kesehatan harus terus berjalan dan tidak bisa ditunda.

"Kesehatan adalah masalah mendasar bagi masyarakat. Orang sakit tidak bisa ditunda penanganannya. Karena itu kerusakan RSUD Tulehu ini harus dipikirkan solusi jangka pendek maupun panjang," tambahnya.

Nono berkunjung ke Ambon pada Sabtu (5/10/2019) untuk menyerahkan bantuan logistik bagi pengungsi terdampak gempa berupa 16 jenis kebutuhan pokok senilai Rp 200 juta. Dia juga meninjau kondisi rumah sakit lapangan yang dibangun BNPB di lokasi kampus Unidar Ambon serta melihat kondisi terkini RSUD dr Izak Umarella yang mengalami kerusakan.



Sumber: ANTARA