Mahasiswa Tewas, Menristekdikti Sudai Temui Tito Minta Polri Transparan

Mahasiswa Tewas, Menristekdikti Sudai Temui Tito Minta Polri Transparan
Mohamad Nasir. ( Foto: Antara )
Vento Saudale / WBP Sabtu, 5 Oktober 2019 | 07:12 WIB

Bogor, Beritasatu,com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta Mabes Polri mengusut tuntas temuan polisi membawa senjata api saat menangani demonstrasi mahasiswa menolak RUU KUHP di Gedung DPRD Sulawesi Utara, Kamis (26/9/2019).

Dalam demo itu, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randi dan Yusuf Kardawi gugur. Randi meninggal dengan luka tembak di dada saat aksi mereka dibubarkan secara represif oleh polisi.

Padahal sebelumnya Polri menyatakan pihaknya tidak menggunakan senjata dan peluru tajam dalam menghadapi pendemo. "Saya sudah minta agar diproses secara transparan dan terbuka biar semua tahu," kata Nasir usai menghadiri peluncuran Gedung Science Tecno Park Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kota Bogor, Jumat (4/10/2019).

Nasir mengaku sudah bertemu langsung dengan Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian untuk meminta agar temuan itu diusut. “Saya juga sudah bertemu langsung sama Pak Kapolri, beliau akan tindaklanjuti," ujar Nasir.

Selain itu, Nasir berharap polisi mengungkap kasus meninggalnya mahasiswa dalam demo di Sultra. "Ya kalau ada (mahasiswa) yang meninggal urusannya polisi, suruh periksa itu," pungkas M Nasir.



Sumber: BeritaSatu.com