Pemerintah Sayembarakan Desain Ibu Kota Baru di Kaltim

Pemerintah Sayembarakan Desain Ibu Kota Baru di Kaltim
Pemaparan rencana ibu kota baru dalam Forum Group Discussion (FGD) di Balikpapan, Kaltim, 2 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:48 WIB

Balikpapan, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar sayembara desain ibu kota baru di Kalimantan Timur. Pendaftaran mulai 3-18 Oktober dan batas akhir penyerahan karya berhadiah total Rp 5 miliar itu 18-29 November 2019.

"Ini adalah smart, modern city, future city, and forest city," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Forum Group Discussion (FGD) di Balikpapan, Rabu (2/10/2019). Hadir sebagai pembicara pada FGD tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria/Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Sigit Hardwinarto.

Gubernur Kaltim Isran Noor pada kesempatan yang sama mengatakan, rakyat Kaltim siap menerima kepindahan ibu kota.

Ibu kota baru akan dibangun di atas lahan sekitar 180.000 ha, yang meliputi sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Wilayah ibu kota akan lebih luas karena mencakup Teluk Balikpapan. Sebagian besar lahan bakal ibu kota, kata Sofyan, adalah tanah negara.

Selama ini, tanah itu digunakan pengusaha dan masyarakat. Sesuai hukum positif yang berlaku, demikian Menteri Agraria, tanah itu wajib diserahkan kembali pada pemerintah ketika negara membutuhkan. Saat ini, negara membutuhkan lahan itu untuk ibu kota negara.

Ibu kota baru dirancang sebagai kota yang nyaman atau liveable. Oleh karena itu, kata Bambang, kota baru akan dibangun dengan berbagai perlengkapan infrastruktur dengan hutan dan taman kota. Di kota baru tidak ada kabel yang melayang mengganggu pemandangan. Kabel listrik berada di gorong-gorong bersama pipa dan kabel telepon.

Kota baru dirancang sebagai smart city dan ramah lingkungan untuk menarik minat para investor dan pelancong.

"Ibu kota baru adalah kota yang paling nyaman dihuni atau livable," papar Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com