Kemhan dan Pertamina Balongan Kerja Sama Lindungi Objek Vital

Kemhan dan Pertamina Balongan Kerja Sama Lindungi Objek Vital
Kasub Komlek Kemhan Letkol TNI Arh Aries Sugiantoro (kedua dari kiri), Manager HSSE PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan (kedua dari kanan) Hartanto, dan Senior Supervisor Non-Fisik Security PT Pertamina RU-VI Balongan Maryono (kanan) seusai penandatanganan kerja sama penggunaan antidrone di kompleks kilang minyak PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 30 September 2019 | 14:51 WIB

Indramayu, Beritasatu.com - PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan berupaya melindungi kilang minyak dan gas bumi miliknya dari ancaman serangan pesawat tanpa awak atau drone.

Hal tersebut diwujudkan dengan menjalin sinergi bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui kerja sama penggunaan antidrone (drone jammer) guna mengantisipasi serangan pesawat tanpa awak.

Dua unit drone jammer gun model dan static drone jammer milik Kemhan terbukti mampu menangkal atau mencegah serangan udara melalui penggunaan drone.

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, penggunaan bersama antidrone sebagai komitmen nyata Kemhan dalam menjaga serta melindungi objek vital nasional (obvitnas), dari ancaman serangan drone termasuk di antaranya kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9/2019), Ryamizard menegaskan, pihaknya sangat terbuka dan siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengamanan obvitnas.

PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan merupakan salah satu kilang pengolahan minyak dan gas bumi milik negara yang berlokasi di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu propinsi Jawa Barat.

Sebagai obvitnas, kilang minyak dan gas bumi tersebut bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sesuai dengan amanat undang-undang, obvitnas harus dilindungi dari berbagai ancaman serangan karena menyangkut kemaslahatan rakyat Indonesia.

Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No 90/2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak Di Ruang Udara Yang Dilayani Indonesia dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 4/2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara Republik Indonesia.

Kerja sama peminjaman pesawat antidrone ini juga berkaca peristiwa serangan drone ke kilang minyak terbesar di dunia yang berada di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Akibat serangan tersebut, sekitar 50 persen pasok minyak dunia mengalami penurunan.

Hartanto, Manager HSSE PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan berharap, kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergitas yang baik antara PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan sebagai salah satu BUMN dengan Kemhan. Kerja sama dalam upaya pertahanan dan menciptakan situasi keamanan termasuk pada keberlangsungan operasional obvitnas.

Dalam kerja sama penggunaan bersama antidrone tersebut, delegasi Kemhan dipimpin oleh Kasub Komlek Kemhan Letkol TNI Arh Aries Sugiantoro.

Turut hadir Manager HSSE PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan Hartanto yang didampingi oleh Senior Supervisor Non-Fisik Security PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan Maryono, serta sejumlah karyawan bagian Pengamanan fisik dan non-fisik PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan.



Sumber: Suara Pembaruan