Polisi Bekuk Komplotan Pembunuh Sales Motor di Pasuruan

Polisi Bekuk Komplotan Pembunuh Sales Motor di Pasuruan
ilustrasi ( Foto: istimewa )
Aries Sudiono / JAS Senin, 30 September 2019 | 10:24 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Kasus pembunuhan terhadap Ribut Setiawan (32), sales motor yang mayatnya diikat dan dibuang di tengah hutan hutan jati di Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terungkap.

Tiga dari tujuh orang pelakunya, masing-masing bernama Sugiyanto (43), Hariyanto (39) dan Jumadi (36), semuanya warga Pasuruan, berhasil diringkus sementara empat orang rekan mereka lainnya, dinyatakan buron.

“Para pelaku mulanya merencanakan menculik dan menyandera korban dengan cara memaksa masuk ke mobil minibus Isuzu Elf N-1510-EU dan kemudian disiksa. Kedua tangan korban diikat kemudian tali tambang plastik itu juga dikalungkan di lehernya," ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arif Setiyawan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Minggu (29/9/2019) tadi malam.

"Karena para pelaku kurang puas menganiaya, terakhir kepala korban dihantam dengan kunci besi tuas ban mobil hingga tewas. Korban kemudian dibuang ke tengah kawasan hutan jati,” dia menambahkan.

Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Gideon menambahkan, awal ide menculik korban karena tersangka pelaku utama Sugiyanto mengaku sakit hati akibat motor yang ia gadaikan ke korban, tidak kunjung dikembalikan. Sugiyanto kemudian meminta bantuan teman-temannya untuk menculik korban dengan menggunakan mobil Isuzu Elf.

Di dalam mobil pelat kuning itu mereka menganiaya korban dan berkat inisiatif tersangka pelaku Jumadi, korban kemudian dihabisi dan tubuhnya dibuang di hutan jati.

“Menurut pengakuan para tersangka, inisiator pembunuhan adalah Jumadi, tersangka pelaku yang paling muda namun dikenal berani. Dialah yang memiliki ide menculik, menyiksa dan kemudian membunuh korban agar perkaranya tuntas,” tandas Gideon.

Gideon menambahkan, bahwa masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Sugiyanto, sebagai pemilik motor yang dikecewakan, bertugas mengikat tangan korban dengan tali tambang plastik yang sudah disiapkan.

Tali tambang itu juga diikatkan ke leher korban hingga ketika ditarik, membuat korban sulit bernapas dan tewas. Sedangkan, pelaku Hariyanto bertugas sebagai pengemudi mobil yang menjemput korban di Prigen dan membuangnya di lokasi hutan jati Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

“Masih ada empat orang tersangka lainnya yang ikut dalam aksi penculikan dan penganiayaan hingga pembunuhan yang direncanakan, hanya karena seorang di antara mereka merasa sakit hati karena motor yang digadaikan ke korban, tidak kunjung dikembalikan kendati uang gadainya sudah dikembalikan,” tandas Gideon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto mengungkapkan, ada warga yang sedang mencari kayu bakar menemukan sesosok mayat laki-laki di kawasan hutan jati, Kecamatan Kejayan. Jasad korban dalam kondisi babak belur, dan tangan kaki serta leher terikat tali. Hasil identifikasi polisi, korban diketahui bernama Ribut Setiawan, warga Prigen, Puncak Tretes, Kabupaten Pasuruan.



Sumber: Suara Pembaruan