Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kualanamu

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kualanamu
Kabut asap tampak dari ruang tunggu Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FER Minggu, 22 September 2019 | 20:31 WIB

Kualanamu, Beritasatu.com - Kabut asap mulai berimbas mengganggu sejumlah penerbangan melalui dan tujuan Bandara Kualanamu Internasional Airport di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (22/9/2019).

Berdasarkan informasi, sejumlah maskapai penerbangan terpaksa menunda penerbangan akibat kabut asap yang semakin pekat di kawasan badara yang menjadi kebanggaaan masyarakat di Sumut tersebut.

Baca Juga: Kabut Asap Meluas di Wilayah Sumut

Adapun penerbangan yang terganggu kabut asap dan mengalami penundaan atau delay itu adalah Citylink QG 928 tujuan Pekanbaru, Citylink tujuan Aek Godang dan Lion Air JT 140 tujuan Pekan Baru. Sementara itu, untuk sejumlah penerbangan yang melakukan penundaan yakni, Wings Air IW 1296 tujuan Silangit, Wings Air Aek Godang dan Citylink QG 1934 Aek Godang.

"Kabut asap juga membuat pesawat Batik Air dari Jakarta tujuan Bandara Silangit, harus mengalami pengalihan atau divert. Pesawat itu terpaksa mendarat di Kualanamu, siang sekitar pukul 12.18 WIB," ujar Airport Duty Manager Bandara Kualanamu, Abdi Negoro.

Baca Juga: Antisipasi Kabut Asap, Rumah Sakit di Medan Siaga

Abdi Negoro sendiri tidak memungkiri kabut asap mulai menganggu penerbangan. Sebab, jarak pandang penerbangan masih rendah.

"Di Kualanamu, jarak pandang masih 1.900 meter. Kalau di Bandara Ari Godang 500 meter, Silangit 1.200 meter dan Sibolga 1.600 meter," jelasnya.

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengharapkan, masyarakat yang menggunakan sarana transportasi udara melalui Bandara Kualanamu, bisa memaklumi kondisi cuaca yang kurang baik tersebut.

"Sampai sejauh ini, memang belum ada masyarakat sebagai calon penumpang yang melakukan protes akibat penundaan penerbangan. Calon penumpang tidak komplain karena kabut asap itu mempengaruhi penerbangan," sebut Wisnu.



Sumber: Suara Pembaruan