Yasonna Akui Batasi Bicara Saat Bertemu Laode

Yasonna Akui Batasi Bicara Saat Bertemu Laode
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) memberikan keterangan pers terkait penundaan pengesahan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Jakarta, 20 Sept. 2019. ( Foto: ANTARA )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 21 September 2019 | 21:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly membenarkan pernah bertemu Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Syarif membahas revisi Undang-Undang KPK, tetapi ketika itu dia membatasi pembicaraan karena merasa tak nyaman.

Sebelum pertemuan, Laode membuat janji dengannya melalui telepon dan mengatakan akan hadir bersama Ketua KPK Agus Raharjo.

Dalam wawancara khusus dengan Beritasatu News Channel, tayang Jumat (20/2019) malam, Yasonna mengatakan dalam pertemuan yang terjadi setelahnya, ternyata hadir dua orang lainnya yang tidak begitu dia kenal sehingga dia memilih tidak bicara banyak.

"Dia bilang 'Pak Laoly saya bisa datang berbincang-bincang?' Saya bilang oke, siapa teman Pak Laode? 'Saya akan datang dengan Pak Agus (Raharjo)'," kata Yasonna dalam program Special Interview with Claudius Boekan, mengutip pembicaraan dengan Laode sebelum pertemuan.

Yasonna menduga pertemuan itu hanya melibatkan tiga orang -- dia, Laode, dan Ketua KPK Agus. Ternyata tamunya membawa dua orang lagi dalam pertemuan itu. Yasonna tidak menyebutkan secara persis kapan pertemuan itu terjadi.

"Kemudian Pak Laode datang sesudah saya pulang dari Nias, yang datang mereka empat orang. Saya nggak kenal secara personal (dua orang lainnya). Ya mungkin pernah lihat orangnya tapi secara personal tidak kenal sama sekali," ujarnya.

"Maka saya agak restrain myself (membatasi diri) untuk lebih frank (bicara terus terang)."

Namun demikian, menurut keterangannya, pertemuan itu sempat membahas isu penting dalam revisi UU KPK, misalnya pembentukan dewan pengawas KPK.

"Saya bilang ada pembentukan dewan pengawas, dibentuk oleh presiden, lima orang dengan fungsi pengawasan," kata Yasonna.

Laode menurut dia sempat bertanya apakah dewan pengawas itu di dalam atau di luar seperti Komisi Kejaksaan.

"Pada waktu itu kita pikir bisa saja seperti Komisi Kejaksaan," imbuhnya.

Baca juga: Laode Syarif Minta Menkumham Jujur

Pernyataan Yasonna untuk menanggapi tudingan Laode sebelumnya bahwa KPK tidak diajak berdiskusi dalam pembahasan revisi undang-undang dimaksud. Dalam berita lain Laode menuduh Yasonna ingkar janji karena tidak mengundang dia dan rekan-rekannya dalam pembahasan di DPR.

Yasonna mengatakan rencana revisi UU KPK sudah lama dibahas sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia juga mengklaim mendapat informasi dari Badan Legislatif (Baleg) DPR bahwa para pimpinan KPK sendiri yang tidak bersedia datang untuk membahas masalah ini.

"Ada komplain dari teman-teman (di Baleg), mereka bilang dulu waktu kita mulai ini kita pasti undang KPK. Itu menurut Baleg ya -- mereka tidak mau datang, yang dikirim eselon III," kata Yasonna.

Simak lebih jauh penjelasan Yasonna dalam video berikut ini:



Sumber: BeritaSatu TV