Pesta Miras Rengut 4 Nyawa, Polres Malang Razia 14 Toko

Pesta Miras Rengut 4 Nyawa, Polres Malang Razia 14 Toko
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua (sementara) DPRD Kota Malang I Made Rian DK menunjukkan barang bukti miras ilegal di Mapolresta Malang, Jawa Timur, Kamis, 19 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Aries Sudiono )
Aries Sudiono / JEM Jumat, 20 September 2019 | 15:24 WIB

Malang, Beritasatu.com - Empat remaja tewas dan delapan anggota Karang Taruna (Kartar) Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jatim, sampai Jumat (20/9), masih dirawat di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, akibat minuman keras over dosis.

Menyusul peristiwa itu, Polres Malang langsung merazia 14 toko di Malang dan menyita sekitar 1.280 botol miras berbagai merek yang dijual secara tanpa izin. Sebagian diduga produk ilehal dan ditemukan pula miras oplosan memiliki kadar alkohol hampir 80%.

“Kita menyikapi pascaperistiwa meninggalnya empat orang anggota Kartar Mojolangu dengan menggelar operasi miras. Sekali gebrak kita sita 1.280 botol miras dari 14 toko yang tidak memiliki izin memberdagangkan miras,” tandas Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander dalam konferensi pers bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua (sementara) DPRD Kota Malang I Made Rian DK di Mapolresta Malang, Kamis (19/9/2019) sore.

Miras yang berhasil diamankan dari 14 toko di antaranya jenis arak jowo, anggur merah, anggur kolesom, anggur putih, alimi, donald anggur merah, vodka dan tommy stanley. Salah satu toko yang dirazia di Jalan Simpang LA Sucipto Grand Sulfat Regency, Blimbing Kota Malang. Toko ini yang diduga memasok miras bagi warga Mojolangu saat acara bersih desa hingga menewaskan empat warga dan delapan masih dirawat.

Kapolres membenarkan bahwa turut diamankan 17 orang dan kini sedang diproses sebagai tersangka penjual miras oplosan ilegal. Mereka diproses berdasarkan Perda 5/2006 tentang Pengaturan Peredaran Minuman Keras di Kota Malang dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya, masyarakat Malang Raya dikejutkan tewasnya empat dari 12 remaja anggota Kartar Mojolangu yang pesta miras oplosan setelah kegiatan bersih desa, Sabtu (14/9) malam hingga Minggu (15/9) siang. Para korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan perut dan pernapasan serta mengalami kebutaan. Namun empat orang meninggal dunia dan delapan masih dirawat.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi kinerja polisi yang langsung melakukan penegakan hukum.“Saya mohon Polresta untuk terus menerus melakukan operasi dan pencegahan-pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini,” tandas Sutiaji.



Sumber: Suara Pembaruan