Polda Kalbar Kembali Segel 5 Lahan Perkebunan Sawit

Polda Kalbar Kembali Segel 5 Lahan Perkebunan Sawit
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan jajarannya menyegel lahan sawit milik perusahaan yang diduga membakar lahan miliknya di Kabupaten Sintang dan Sambas. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Jumat, 20 September 2019 | 15:20 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, pihaknya kembali menyegel 5 lokasi perkebunan sawit di wilayahnya, karena menemukan kebakaran lahan pada konsensi milik perusahaan tersebut.

Demikian dikatakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan, Jumat (20/9/2019). Disebutkan, pada Kamis (19/9/20) pihaknya menyegel lokasi perekebunan sawit pada konsesi PT Mempawah Permai Lestari (MPL) di Kabupaten Mempawah di Desa Suak Barangan Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah.

Lahan sawit yang terbakar seluas 5 hektare, saat ini dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Mempawah. Lahan yang terbakar telah disegel disaksikan Wakil Bupati Mempawah, Kapolres Mempawah, Dandim 1201 Mempawah, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan Mempawah, serta Kepala BPBD Kabupaten Mempawah.

Begitu juga di Kubu Raya, Polresta Pontianak Kota menyegel dua lahan perusahaan terkait Karhutla pada Rabu (18/9/2019). Pertama mailik PT. SUM di Jalan Parit Deman, Dusun Kenanga, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Kedua, lahan PT. RJP di Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Perusahaan ini belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam tahap penyelidikan. Untuk menetapkan status hukumnya, jajaran Polresta Pontianak harus mengumpulkan bukti dan fakta lapangan.

Didi Haryono menjelaskan, saat melakukan proses penyegelan juga dihadiri Bupati Kubu Raya, Kapolresta Pontianak Kota, Kepala BPBD Kubu Raya, Camat Sungai Kakap, Kodim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat dan perwakilan PT. SUM.

Di Kabupaten Ketapang, ada lagi lahan perkebunan sawit disegel milik PT Prana Indah Gemilang (PIG) di Dusun Harapan Baru Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Luas lahan sawit yang terbakar seluas sekitar 30 hektare dan saat ini dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Ketapang.

Selain menyegel lahan perusahaan yang terbakar, pihaknya juga meminta PT PIG menjaga dan memantau setiap lokasi perkebunan yang rawan terbakar dan tidak melakukan aktivitas di lokasi yang telah dipasang segel.

Didi melanjutkan, pihaknya juga melakukan penyegelan pada lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Condong Garut (CG) yang di Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak pada Rabu (18/9/2019). Pengecekan dan pemasangan spanduk larangan beraktivitas apapun di lokasi lahan perkebunan kelapa sawit PT CG yang terbakar, dipimpin langsung oleh Kapolres Landak, AKBP Ade Kuncoro Ridwan bersama Forkopimda Kabupaten Landak.

Didi menambahkan, penegakan hukum atas kebakaran lahan dan hutan di daerah ini tidak main-main. Maklumat Kapolda Kalbar tentang kewajiban, larangan, dan sanksi pembakaran hutan dan lahan sudah hampir dua tahun lebih disosialisasikan.

“Untuk itu para Kapolres dan Kapolsek harus turun langsung mengatasi karhutla dan harus berani menindak tegas baik perorangan maupun korporasi yang membakar lahan di wilayahnya,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan