Tersangka Korporasi Kasus Karhutla Terancam Pasal Berlapis

Tersangka Korporasi Kasus Karhutla Terancam Pasal Berlapis
Irjen M Iqbal. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 20 September 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri mengatakan tersangka korperasi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutala) mungkin dijerat pasal berlapis. Khusus di Riau asap yang ada tak seburuk seperti yang ditulis di media.

“Saya baru kemarin dari Riau mendampingi Kapolri, sengaja satu hari saya di sana. Situasi di kota Pekanbaru dan sekitarnya setelah pukul 11.12 clear, langit biru nampak. Artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan oleh media,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri Jumat (20/9/2019).

Seluruh masyarakat, masih kata Iqbal, beraktivitas seperti biasa. Ada yang ke sekolah, beribadah, dan kegiatan ekonomi. Bahkan saat malam hari banyak yang keluar dan mengisi waktu di taman kota .

“Jadi tidak seutuhnya benar asap darurat di Pekanbaru. Tapi saya memang belum mengecek di daerah lain,” sambungnya dan menambahkan ada satu tersangka korporasi di Riau.

Selain satu tersangka korporasi itu ada lima tersangka korporasi lain. Rinciannya Sumsel 1, Jambi 1, Kaltim 1, dan Kalbar 2. Mereka dijerat pasal kelalaian.

“Kita sedang berproses, namanya proses penyidikan itu ada pembuktian, ada timelinenya. Itu strategi penyidik.Tidak menutup kemungkinan nanti bisa dilapis dengan pasal lain, bisa juga tersangka lain dalam satu perusahaan tersebut. Jadi tidak final,” tambahnya.

Saat ini ada 249 tersangka yang sudah ditetapkan polisi dimana enam diantaranya adalah korporasi. Para tersangka itu tersebar di seluruh Polda.

Soal karhutla menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia mengancam akan mencopot pimpinan TNI/Polri yang didaerahnya terjadi karhutla.

Ini dikatakan Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Merdeka yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 6 Agustus lalu. Namun hingga kini belum ada yang dicopot.

 



Sumber: BeritaSatu.com