Kasus Pemalsuan Dokumen Rektor Unsrat Temui Titik Terang

Kasus Pemalsuan Dokumen Rektor Unsrat Temui Titik Terang
Grace Kandou ( Foto: Istimewa )
Novy Lumanauw / AO Kamis, 19 September 2019 | 16:34 WIB

Manado, Beritasatu.com – Yanto Manyira selaku kuasa hukum Grace Debbie Kandou mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara untuk menemukan titik terang dalam penyelesaian kasus pemalsuan Surat Keputusan Rektor Nomor: 1132/ UN12/SK/2013, yang diteken Donald A Rumokoy pada 2013.

“Kami mengapresiasi aparat kepolisian dalam penanganan kasus yang sangat merugikan nama baik Profesor Grace,” kata Manyira di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (19/9/2019).

Ia mengatakan, surat keputusan yang diduga palsu alias fiktif itu telah digunakan secara tidak sah oleh Panitia Pemilihan Rektor dan Senat Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada 2018, yang dipimpin Ketua Senat Universitas Sam Ratulangi Janny D Kusen untuk menganulir secara sepihak keikutsertaan Grace Debbie Kandou pada pemilihan Rektor Unsrat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Humas Polda Sulawesi Utara AKBP Loudy Tatontos. Syukurlah, kami mendapat jawaban yang sangat positif. Kasus yang diduga melibatkan Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat terus ditindaklanjuti dan ditangani secara serius,” jelas Manyira.

Dikatakan, dokumen yang selama ini dijadikan sebagai "senjata" oleh Ketua Senat Universitas Sam Ratulangi Janny D Kusen untuk mendiskreditkan Grace Debbie Kandou ternyata tidak pernah ada alias fiktif. Surat keputusan itu adalah hasil rekayasa yang sengaja digembar-gemborkan agar dapat mencekal Grace Kandou dari proses suksesi kepemimpinan di perguruan tinggi tertua di Sulawesi Utara itu.

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan surat tertanggal 27 Mei 2019 yang dikirim Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Bunyamin Maftuh kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, disebutkan bahwa SK Rektor Unsrat Nomor 1132/UN12/SK/2013 yang ditandatangani Rektor Unsrat saat itu, Donald A Rumokoy berdasarkan catatan surat masuk yang ada di Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi, menyatakan bahwa tidak pernah diterima pada 2013.

“Karena surat itu tidak pernah diterima, maka usulan Profesor atas nama Grace Debbie Kandou tetap diproses sesuai peraturan yang berlaku dan usulan tersebut telah disetujui serta diterbitkan SK profesornya,” kata Manyira mengutip penjelasan yang disampaikan Bunyamin Maftuh.

Manyira optimistis kasus ini akan mencapai titik kulminasi dengan diumumkannya para tersangka yang menjadi dalang kasus pencemaran nama baik, termasuk pemalsuan dokumen dan dugaan penyalahgunaan wewenang, yang diduga dilakukan Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat.

“Kami siap mendukung kepolisian menuntaskan kasus ini. Saya yakin, kasus ini secepatnya menemui titik terang,” katanya.



Sumber: Investor Daily