Kabut Asap di Pontianak Makin Tebal, Pesawat Tidak Berani Mendarat

Kabut Asap di Pontianak Makin Tebal, Pesawat Tidak Berani Mendarat
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya, Kamis (19/9/2019) pagi semakin pekat mengakibatkan pesawat tidak bisa mendarat. ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Kamis, 19 September 2019 | 10:53 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya semakin tebal dan pekat, Kamis (19/9/2019) pagi. Begitu juga dengan Bandara Supadio Pontianak yang mengakibatkan penerbangan dari dan ke bandara ini mengalami keterlambatan.

Joni salah seorang agen penjual tiket di Bandara Supadio Pontianak mengatakan kabut asap di Bandara Supadio Pontianak dan sekitarnya semakin tebal pada Kamis pagi ini. Akibatnya jadwal penerbangan dari dan ke Bandara Supadio Pontianak sepi dan belum ada pesawat yang mendarat.

“Padahal pada saat kondisi normal jadwal penerbangan pagi dari dan ke bandara Supadio Pontianak sangat padat. Namun sejak kabut asap menyelimuti wilayah ini penerbangan menjadi sepi bahkan beberapa hari yang lalu tidak ada penerbangan,” ujar Joni.

Debi bagian prakirawan Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Pontianak mengatakan, pada pukul 10.00 WIB pagi ini jarak pandang mencapai 1 KM, namun sebelumnya pada pukul 09.00 Wib hanya mencapai 400 meter.

Debi mengatakan, berdasarkan data Lapan jumlah titik api pada Rabu (18/9/2019) hingga Kamis ini (19/9) mencapai 571 titik panas. Jumlah itu tersebar hampir di seluruh wilayah Kalbar, dan paling banyak di Kabupaten Ketapang sebanyak 444 titik.

Sementara hujan diperkirakan baru akan turun pada Sabtu (21/9) di sebagian wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga hingga lebat.

Pihaknya berharap pembakaran hutan dan lahan dapat segera dihentikan sehingga kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya dapat hilang.



Sumber: Suara Pembaruan