KPK: Korupsi Imam Nahrawi Rusak Masa Depan Bangsa

KPK: Korupsi Imam Nahrawi Rusak Masa Depan Bangsa
Imam Nahrawi. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Rabu, 18 September 2019 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan suap dan gratifikasi yang diduga dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Anggaran yang dikorupsi Imam dan Miftahul Ulum berdampak buruk bagi masa depan Indonesia. Setidaknya, anggaran tersebut seharusnya dapat meningkatkan prestasi atlet dan kapasitas para pemuda Indonesia.


"Jika anggaran-anggaran yang seharusnya digunakan untuk memajukan prestasi atlet dan meningkatkan kapasitas pemuda-pemuda Indonesia malah dikorupsi, dampaknya akan sangat buruk untuk masa depan bangsa," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Alex, sapaan Alexander Marwata menegaskan suap, gratifikasi san ketidakpatuhan melaporkan gratifikasi mengganggu upaya pemerintah mencapai tujuannya. Apalagi, bidang olahraga dan kepemudaan merupakan sektor krusial mengingat Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2045 mendatang.

"Apalagi kali ini dilakukan oleh pucuk pimpinan teratas dalam sebuah kementerian yang dipercaya mengurus atlet dan pemuda Indonesia," tegas Alex.

Dalam perkara suap dan gratifikasi, KPK menduga Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar.

Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait.



Sumber: Suara Pembaruan