Kembalikan Mandat, 3 Pimpinan Dinilai Gagal Jaga Marwah KPK

Kembalikan Mandat, 3 Pimpinan Dinilai Gagal Jaga Marwah KPK
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 13 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / FER Minggu, 15 September 2019 | 20:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tiga Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan mengembalikan mandat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua KPK, Agus Rahardjo bersama dua Wakil Ketua, Saut Situmorang dan Laode M Syarif, menyerahkan tanggung jawab pengelolaan Lembaga Antikorupsi ke Jokowi.

Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar, mengkritik langkah tersebut, karena menunjukkan kegagalan Agus Rahardjo Cs menjaga marwah Lembaga Antikorupsi.

"Menurut saya, pimpinan KPK gagal memelihara atau membawa marwah KPK. Mereka gagal melawan dan akhirnya puncaknya ini sekarang, salah satu yang patut disalahkan ya pimpinan KPK secara akumulatif," kata Haris kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

Haris menilai, keputusan mengembalikan mandat ke Presiden Jokowi ini bentuk tidak bertanggung jawabnya para pimpinan KPK. Padahal, sebagai pimpinan mereka seharusnya tak kabur dalam KPK dalam kondisi diserang bertubi-tubi seperti saat ini.

"Saya mau bilang malah itu justru ketidaktanggungjawaban mereka, lagi lawan-lawan gini kok tiba-tiba kabur," kata Haris.

Haris lantas menyinggung kasus mantan Deputi Bidang Penindakan KPK, Firli Bahuri yang baru diumumkan kepada publik belakangan ini.

"Dugaan Firli pelanggaran itu, seharusnya pada waktu ada peristiwa itu diumumkan dong. Terus dijelaskan nama tersebut muncul, apakah KPK sudah memberikan namanya ke pansel?" tutur Haris.

Diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo didampingi Saut Situmorang dan Laode M Syarif menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Jokowi. Hal ini menyikapi sejumlah serangan terhadap KPK belakangan ini, termasuk soal revisi UU KPK.

"Setelah kami pertimbangkan maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab KPK dengan berat hati pada Jumat ini, kami menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden," kata Agus saat konferensi pers di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2019).



Sumber: Suara Pembaruan