Fahri Hamzah: KPK Semakin Kentara Sebagai Gerakan Politik

Fahri Hamzah: KPK Semakin Kentara Sebagai Gerakan Politik
Fahri Hamzah ( Foto: ANTARA )
Yustinus Paat / HA Kamis, 12 September 2019 | 18:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik keras sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggelar konferensi pers untuk menyatakan Irjen Firli Bahuri melakukan pelanggaran etik berat. Menurut Fahri, seandainya Firli benar melanggar kode etik, KPK sudah bisa menyampaikan jauh-jauh hari sebelum Firli menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK.

Dia menilai sikap KPK tersebut semakin menunjukkan KPK sudah berpolitik.

“Habis sudah KPK. Semakin kentara sebagai gerakan politik,” ujar Fahri di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sikap KPK terhadap Firli kali ini mirip dengan sikap lembaga tersebut kepada Budi Gunawan (BG) dulu. Saat itu, Ketua KPK Abraham Samad langsung menetapkan BG sebagai tersangka korupsi ketika dicalonkan presiden sebagai Kepala Polri.

“Kasus Budi Gunawan kembali terulang. KPK sangat benci dengan Polri. Dulu, Budi Gunawan dengan begitu meyakinkannya dituduh dan difitnah, padahal sedang di-fit and peoper test di DPR,” kata Fahri.

Penetapan tersangka oleh KPK terhadap Budi tersebut, lanjut Fahri, akhirnya tidak sah dan dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK, kata dia, hingga kini tidak bisa mencari bukti dugaan korupsi Budi Gunawan.

“Dengan pembeberan barang bukti yang dramatis, tapi akhirnya omong kosong dan kalah di praperadilan. Sekarang kasus itu terulang kepada Firli,” pungkas Fahri.



Sumber: BeritaSatu.com