Terpidana Kasus Korupsi Lampu Kembalikan Uang Negara

Terpidana Kasus Korupsi Lampu Kembalikan Uang Negara
Ilustrasi ( Foto: BSMH )
Usmin / JEM Kamis, 12 September 2019 | 15:28 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Terpidana korupsi proyek pengadaan lampu jalan tahun 2016 di Dinas Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Bambang Hermanto mengembalikan uang kerugian negara ke pihak kejaksaan negeri (kejari) setempat sebesar Rp 84,7 juta.

Kepala Seksi Kejari Bengkulu Selatan, Marjek Revilo, di Bengkulu, Kamis (12/9/2019) mengatakan, terpidana juga membayar uang denda pidana sebesar Rp 50.000 juta.

Uang pengganti kerugian negara dan uang denda pidana dibayarkan langsung oleh keluarga dekat Bambang Hermanto ke pihak Kejari Bengkulu Selatan.

Dengan dibayarkan uang pengganti dan denda pidana oleh keluarga terpidana Bambang Hermanto, maka Kejari telah berhasil mengembalikan seluruh kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan lampu jalan tahun 2016 di Dinas ESDM Bengkulu Selatan.

Marjek menambahkan, jumlah terpidana dalam kasus korupsi proyek lampu jalan ini tercatat sebanyak 5 orang dengan jumlah kerugian sebesar Rp 346,8 juta lebih dari total dana proyek Rp 1,3 miliar.

Sebelumnya 4 terpidana sudah mengembalikan uang kerugian negara dan membayar denda pidana ke Kejari Bengkulu Selatan. Namun, Marjek tidak menjelaskan secara rinci jumlah uang yang telah dikembalikan oleh 4 terpidana lainnya.

Demikian pula nama-nama 4 terpidana lainnya dalam kasus korupsi dana pengadaan lampu jalan tersebut. "Yang jelas, setelah terpidana Bambang Hermanto mengembalikan uang pengganti dan membayar denda pidana maka kerugian negara yang timbul dalam perkara ini dapat dikemnbalikan denga baik," ujarnya.

Seperti diketahui pada tahun anggaran 2016 lalu, Dinas ESDM Bengkulu Selatan melaksanakan proyek pemasangan lampu jalan di sepanjang Jalan Jendr Ahmad Yani, Kota Manna dari dana APBD sebesar Rp 1,3 miliar.

Namun, dalam pelaksanaanya di lapangan diduga banyak terjadi penyimpangan, sehingga proyek ini diusut penyidik Reskrim Polres Bengkulu Selatan dengan menetapkan 5 orang tersangka, salah satunya Bambang Hermanto.

Dari hasil audit BPKP Bengkulu, kasus korupsi pengadaan lampu jalan di Dinas ESDM Bengkulu Selatan telah merugikan uang negara sebanyak Rp 346,8 juta dari total anggaran Rp 1,3 miliar.

Perkara ini bergulir ke PN Bengkulu Selatan dan telah menjatuhkan hukuman penjara dan denda pidana kepada masing-masing terdakwa, termasuk Bambang Hermanto.



Sumber: Suara Pembaruan