MUI: Habibie Tokoh Penggerak Bangkitnya Gerakan Modernisasi Islam di Indonesia

MUI: Habibie Tokoh Penggerak Bangkitnya Gerakan Modernisasi Islam di Indonesia
Presiden Habibie melambaikan tangan dalam suatu acara di Jakarta beberapa waktu lalu. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Maria Fatima Bona / CAH Kamis, 12 September 2019 | 08:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, pada Rabu (11/9/2019), jam 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Semoga almarhum husnul khotimah diampuni semua dosa dan kesalahannya, dilipat gandakan pahala amal ibadahnya dan diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan,” ucap Zainut berdasarkan siaran pers yang diterima Beritasatu.com, pada Kamis (12/9).

Zainut menyebutkan, BJ Habibie adalah sosok intektual muslim yang menjadi penggerak bangkitnya gerakan modernisasi Islam di Indonesia. Almarhum adalah Ketua Umum pertama organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menjadi wadah berhimpunnya para kaum terdidik atau intelektual dari kalangan kelas menengah kaum santri Indonesia.

Sementara itu, sebagai seorang suami dan ayah dari sebuah keluarga, Zainut menyebut, BJ Habibie telah memberikan contoh dan teladan bagi keluarga Indonesia, bagaimana membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, rukun dan penuh dengan kehangatan, cinta dan kasih sayang.

Zainut menyebutkan, seluruh masyarakat Indonesia kehilangan seorang putra terbaik bangsa yang menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Zainut juga menyebut, BJ Habibie namanya sudah menjadi legenda yang melekat di hati seluruh rakyat Indonesia, bukan saja karena sebagai mantan Presiden RI ke 3, tetapi almarhum adalah tokoh nasional yang memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau pemimpin yang membuka kran demokrasi yang hampir tersumbat sehingga rakyat Indonesia dapat kembali menikmati kebebasan dan kemerdekaan yang hampir tiga dekade tidak dapat dirasakan,” ujarnya.

“Selamat jalan Bapak BJ Habibie, seluruh rakyat Indonesia mengiringimu dengan doa menuju tempat keabadianmu, semoga Allah SWT merahmatimu...Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu, waj'alil jannata matswahu,” ucap Zainut.



Sumber: Suara Pembaruan