Kasus Mafia Migas, KPK Cegah Lukma Neska ke Luar Negeri

Kasus Mafia Migas, KPK Cegah Lukma Neska ke Luar Negeri
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / RSAT Rabu, 11 September 2019 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat kepada Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk mencegah pemegang saham Siam Group Holding, Lukma Neska bepergian ke luar negeri.

Pencegahan ini terkait kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero) atau mafia migas yang menjerat mantan Managing Director PES dan mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto.

"KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri terhadap satu orang, yaitu Lukma Neska, pemegang saham dari Siam Group Holding," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (11/9/2019).

Pencegahan ini dilakukan KPK lantaran Lukma Neska diduga mengetahui sengkarut kasus suap yang menjerat Bambang Irianto. Hal ini lantaran Siam Group yang berkedudukan di negara surga pajak, British Virgin Island tersebut sengaja didirikan Bambang untuk menampung uang suap yang diterimanya dari Kernel Oil.

Sejauh ini, KPK menduga Bambang telah menerima suap sekitar US$ 2,9 juta dari Kernel Oil selama periode 2010-2013 karena telah membantu Kernel Oil untuk berdagang dengan PES atau Pertamina.

Febri menyatakan, larangan Lukma Neska bepergian ke luar negeri berlaku selama enam bulan terhitung sejak 2 September 2019. Dengan demikian, Lukma setidaknya tidak dapat bepergian ke luar negeri hingga Maret 2020 mendatang.

"Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung 2 September 2019," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan