Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bangun Kembali Persekutuan Demi Terwujudnya Damai di Tanah Papua

Rabu, 11 September 2019 | 15:09 WIB
Oleh : Robert Isidorus / JEM

Jayapura, Beritasatu.com - Perlakuan diskriminasi dan tindakan rasial yang menimpa mahasiswa Papua yang sedang menjalani studi di Pulau Jawa, telah menimbulkan reaksi keras di Tanah Papua. Rekasi berupa aksi-aksi unjuk-rasa disertai amukan massa yang merusak dan menghancurkan berbagai fasilitas umum telah menimbulkan berbagai ketegangan dan membuat kedamaian masyarakat terkoyak.

Uskup Jayapura, Papua, Leo Laba Ladjar mengatakan, para pemimpin agama, adat, dan tokoh masyarakat sudah berusaha memulihkan suasana damai di Tanah Papua dengan memberikan himbauan, seruan bahkan kutukan agar kekerasan dihentikan.

"Semua seruan itu tentu perlu, tetapi tidaklah cukup. Perlu ada aktivitas lanjutn yang lebih menyentuh persoalan dalam masyarakat," kata Uskup Leo Laba Ladjar OFM dalam rilisnya yang diterima Beritasatu.com, Rabu (11/9/2019) siang.

Oleh karena itu, lanjut Leo Laba Ladjar, pihaknya selaku Uskup Jayapura bersama pastor-pastor paroki di Dekanat Jayapura, mengajak para tokoh membangun persekutuan dalam kehidupan umat. "Kami membarui komitmen melaksanakan misi Keuskupan, membangun persekutuan persaudaraan mulai dari komunitas-komunitas Basis Gerejawi dan meluas menjangkau umat seluruh paroki serta seluruh masyarakat,” kata Leo Laba Ladjar.

Leo mengungkapkan, berbagai unjuk rasa menolak rasisme di kota-kota di Papua banyak berujung kebrutalan dan tindakan anarkis serta main hakim sendiri. Seseorang atau sekelompok orang yang dilanggar hak-haknya cenderung langsung mengadili dan menghukum pihak yang lain dengan hukuman yang seringkali lebih berat daripada tuntutan hukum sipil. Akibatnya balas-membalas tidak terhindari.

"Juga hal ini akhir-akhirnya menyentuh dan menantang kita sebagai pemberita Injil kedamaian dan keadilan," katanya.

Lanjut Uskup, korban kerusuhan di Jayapura banyak sekali karena kehilangan harta benda dan usaha dagangnya yang menjadi sumber hidupnya hancur akibat diamuk massa.

Polarisasi antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP terjadi. Tindakan diskriminasi rasis dan reaksi antirasisme melebar ke ketegangan antara berbagai kelompok dalam masyarakat.

"Ini tantangan bagi kita untuk mewujudkan visi-misi membangun persekutuan yang khas di Papua tetapi yang sekaligus terbuka untuk nilai-nilai budaya yang umum," kata Leo.

Karena itu, kata Leo, pihaknya mau membarui komitmen untuk mewujudkan arah-dasar membangun gereja sebagai pusat persekutuan. "Kita membangun persekutuan dalam umat, karena kesatuan iman akan Yesus Kristus, Damai Sejahtera kita, yang menyatukan semua orang dari pelbagai kelompok suku, golongan, ras dan budaya serta status sosial," katanya.

Keuskupan Jayapura, lanjutnya, akan terus mengembangkan persekutuan persaudaaraan secara nyata dan dinamis dalam Komunitas Basis Gerejawi (Kombas) yang menghimpun keluarga-keluarga dari berbagai suku, latar belakang daerah dan sosial budaya.

"Kita mengobarkan semangat misioner kombas-kombas agar menjadi komunitas yang terbuka untuk bergaul dan bersahabat dengan semua tetangga, membantu siapapun yang terkena bencana, dan bekerja sama dengan warga di satu rukun-tetangga dan pemerintah setempat untuk memajukan keamanan lingkungan," katanya.

Membangun kerukunan umat beragama melalui berbagai bentuk hubungan antaragama dan berpartisipasi aktif dalam persekutuan gereja-gereja dan dalam forum kerukunan umat beragama (FKUB).

"Kita bersatu dengan semua gereja dan agama dalam doa dan puasa bersama dengan intensi terwujudnya Papua Tanah Damai," kata Leo.

Pihaknya menyerukan kepada semua pemegang kekuasaan baik pemerintah sipil maupun militer dan polisi, kejaksaan dan pengadilan, agar semuanya mendukung usaha bersama dalam membangun damai, dengan menjalankan tugas masing-masing dengan hati bersih, jujur dan adil, demi kebaikan masyarakat seluruhnya.

"Kami menyerukan kepada semua pihak agar menolak rasisme dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecahbelah masyarakat, seperti asli-pendatang, pantai-gunung, suku dan agama," ujar Leo.

Pihaknya juga menyatakan keprihatinan kepada keluarga yang menjadi korban jiwa, luka-luka, harta benda juga mendukung semua pihak meringankan beban dan memberi perlindungan bagi mereka yang mencari kebenaran dan menegakkan keadilan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Margarito: Jokowi Jangan Ragu, Revisi UU KPK Masuk Akal

Soal dewan pengawas KPK, menurut Margarito, hal ini harus diperjelas definisinya, siapa saja yang bisa masuk kualifikasi dan apa saja kewenangannya.

NASIONAL | 11 September 2019

Kemdikbud Dorong Pengembangan Digitalisasi Sekolah

Bulan ini, Kemdikbud akan meresmikan digitalisasi sekolah dengan memberikan sekitar 1,7 juta komputer tablet kepada 36.000 sekolah, khususnya di daerah 3T.

NASIONAL | 11 September 2019

Cegah Terorisme di Sektor Kelautan, BNPT Gandeng KKP

MoU ditandatangani langsung oleh Kepala BNPT Komjen Polisi Suhardi Alius dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kantor KKP, Jakarta.

NASIONAL | 11 September 2019

Capim Nawawi Setuju Revisi UU KPK

Nawawi menjelaskan, tidak ada filosofi dalam UU KPK tidak bisa mengeluarkan SP3.

NASIONAL | 11 September 2019

Capim Nawawi Sebut Persoalan KPK Saat Ini Hanya soal Manajerial Pimpinan

Selama ini, kata Nawawi, publik melihat pemberantasan korupsi hanya sebatas operasi tangkap tangan.

NASIONAL | 11 September 2019

Capim Nawawi: KPK Lembaga Luar Bisa, tapi Kinerja Biasa Saja

Konsentrasi KPK hanya penindakan dan bukan mencegah.

NASIONAL | 11 September 2019

Kemristekdikti Ingin Cetak 10 Unicorn

Awalnya Kemristekdikti menargetkan 300 tapi lompatannya sangat jauh yakni mencapai 1.307 sejak tahun 2015.

NASIONAL | 11 September 2019

Kamus Digital Bahasa Bali Terima Penghargaan UNESCO

Indonesia melalui BASABali mendapatkan penghargaan The UNESCO Confucius Prize for Literacy. Selain Indonesia, terdapat dua negara lain yakni Italia dan Kolumbia

NASIONAL | 11 September 2019

Keberadaan Dewan Pengawas KPK Tak Perlu Dikhawatirkan

Wacana pembentukan Dewan Pengawas KPK tidak perlu dikhawatirkan karena nanti posisinya sama seperti Komisi Yudisial atau Kompolnas.

NASIONAL | 11 September 2019

Pengadilan Tinggi Jakarta Menangkan Dewan Pers

Gugatan yang diajukan Serikat Pers Republik Indonesia, Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Wilson Lalengke, dan kawan-kawan.

NASIONAL | 11 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS