Kempar Fokus Kembangkan 5 Destinasi Super Prioritas

Kempar Fokus Kembangkan 5 Destinasi Super Prioritas
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III dengan tema Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas yang digelar selama 2 hari pada 10-11 September 2019 di Swissotel Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 11 September 2019 | 08:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah menetapkan lima Destinasi Super Prioritas untuk dikembangkan secara cepat guna menjaring wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Kelima Destinasi Super Prioritas tersebut adalah Kawasan Wisata Danau Toba, Kawasan wisata Borobudur yang areanya meliputi kawasan Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang), Kawasan wisata Lombok Mandalika, Kawasan wisata NTT Labuan Bajo, dan Kawasan wisata Sulawesi Utara Likupang.

Untuk mematangkan strategi, Kementerian Pariwisata (Kempar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III dengan tema Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas, pada 10-11 September 2019 di Swissotel Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dalam Rakornas ini ada beberapa pembahasan, mulai dari pengintegrasian dukungan Kementerian/Lembaga dalam pengembangan 5 destinasi pariwisata super prioritas. Selanjutnya bagaimana strategi pengembangannya, ada juga program Quick Wins 2019 dan rencana pengembangan destinasi pariwisata super prioritas 2020. 

Ditambahkan Arief, peningkatan daya saing SDM, masyarakat dan industri pariwisata pun akan didiskusikan dalam Rakornas ini.  Diharapkan hasilnya berupa rencana aksi kegiatan dan penganggaran peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing industri (SMI).

"Peningkatan daya saing SDM, masyarakat dan industri pariwisata perlu didiskusikan dalam Rakornas III Pariwisata ini, karena selain pemerintah berupaya untuk mengembangkan destinasi pariwisata secara fisik, pengembangan SDM pun perlu ditingkatkan agar supaya masyarakat di lokasi destinasi super prioritas itu siap menerima wisatawan mancanegara yang hadir. Selain itu, kami juga akan serius pada sektor promosi atau pemasaran dengan penganggaran peningkatan promosi pariwisata dengan cara Branding, Advertising dan Selling (BAS), hal itu penting bagi destinasi agar destinasi itu bisa dikenal luas oleh masyarakat mancanegara agar mereka tertarik datang kesini," tuturnya.

Arief Yahya sendiri mengaku hingga kini progres pembangunan di beberapa destinasi superprioritas ini masih terus dikembangkan oleh pemerintah pusat lewat masing-masing Badan Otorita.

"Kami juga berharap infrastruktur pendukung baik airport, jalan menuju ke tempat-tempat yang telah dan akan dikembangkan ini betul-betul bisa memberikan dukungan yang baik bagi aktivitas wisata di tahun 2020 mendatang dan akan bisa mendatangkan wisatawan mancanegara sesuai dengan angka yang ditargetkan pemerintah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com