Tiga Caketum Hipmi Adu Gagasan di Debat Penentuan

Tiga Caketum Hipmi Adu Gagasan di Debat Penentuan
Tiga caketum Hipmi yang tengah berkontestasi, Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu), dalam Debat Final yang dilaksanakan di Jakarta, Minggu, (8/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 10 September 2019 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rangkaian kegiatan Road to Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) XVI berupa kuliah umum, debat terbuka serta uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih Ketua Umum Hipmi 2019-2022, telah memasuki fase akhir.

Ketiga caketum yang tengah berkontestasi yakni, Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu), dipertemukannya kembali dalam Debat Final yang dilaksanakan secara live di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta, Minggu (8/9/2019). Acara dikemas selama satu jam dengan menghadirkan sejumlah panelis untuk menguji para kandidat.

Baca Juga: Caketum Hipmi Unjuk Kepiawaian di Debat Kedua

Ketua Umum Hipmi 2015-2018, Bahlil Lahadalia, mengatakan, Hipmi lahir dengan cita-cita mulia mensejaterahkan kemerdekaan, mensejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri. Cita-cita mulia tersebut dituangkan dalam pasal 7 anggaran dasar Hipmi tentang tujuan bagaimana menciptakan anak muda yang memiliki kapasitas entrepreneurship dan bagaimana Hipmi sebagai mitra strategis pemerintah, berjuang untuk menumbuh kembangkan suasana ekonomi yang berpihak pada penguatan pengusaha nasional.

"Jadi dalam konteks tersebut, tidak lain dan tidak mungkin kalau Hipmi kemudian dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kompetensi. Debat ini adalah sebagai bentuk wujud komitmen moralitas dan wujud komitmen intelektualitas untuk membawa Hipmi kedepan ke arah yang lebih baik. Ketiga calon yang hadir, merupakan calon-calon terbaik yang memiliki kompetensi dan leadership dalam ekonomi nasional,” ujar Bahlil Lahadalia, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Hipmi Gelar Rangkaian Debat Kandidat Caketum

Salah satu permasalahan yang terdapat dalam bidang ekonomi sekarang adalah adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi secara global dan hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2020 mendatang, dimana Indonesia pun akan terkena dampak, sedangkan dalam 3 tahun terakhir revolusi 4.0 terus berkembang.

Permasalahan lain di dunia usaha adalah perusahaan di Indonesia jarang mengadakan pelatihan-pelatihan untuk karyawannya, karena apabila dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia (1:11) dan Vietnam (1:19), jumlah tenaga kerja trampil Indonesia masih sangat sedikit yaitu 1 berbanding 763 (1:763), artinya setiap 763 terampil di Indonesia hanya ada 1 orang asing.

Baca Juga: Hipmi Tolak Peraturan Larangan Ekspor Bijih Nikel

Mantan Ketua Hipmi Periode 2008-2011, Erwin Aksa, mengatakan, di setiap zaman pasti selalu ada hasil yang baik di setiap kepengurusan karena Hipmi memiliki kader yang luar biasa dengan talenta yang dimiliki, kemampuan untuk membawa anak muda menjadi pelaku usaha yang ikut membangun ekonomi bangsa.

"Saya yakin kedepannya akan lebih banyak tantangan, dan saya berharap Ketua Umum yang akan datang akan membawahi Hipmi secara jauh lebih baik lagi serta merangkul dan menggandeng kader-kader yang lain,” tandas Erwin Aksa.

Puncak Munas Hipmi XVI rencananya akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 16-18 September mendatang. Menurut rencana, acara ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri oleh lebih dari 2.000 pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

 



Sumber: BeritaSatu.com