Korban Karhutla Meninggal di Jambi, Gubernur Berikan Santunan pada Istri dan Anak Asmara

Korban Karhutla Meninggal di Jambi, Gubernur Berikan Santunan pada Istri dan Anak Asmara
Gubernur Jambi Fachrori Umar (kedua dari kanan) memberikan santunan berupa uang sebesar Rp 32, 4 juta kepada Rohmini (ketiga dari kiri), istri almarhum Asmara, anggota pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan Manggala Agni Batanghari. Asmara meninggal ketika menjalankan tugas di Desa Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu, 24 Agustus 2019. Fachrori Umar juga memberikan bantuan beasiswa kepada anak almarhum Asmara. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Senin, 26 Agustus 2019 | 14:50 WIB

Jambi, Beritasatu.com -  Rasa kasih yang sangat dalam mengalir ke almarhum Asmara bin Rifai (39), anggota pasukan pemadam kebakaran Manggala Agni, Kabupaten Batanghari yang meninggal dunia saat sedang bertugas memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Batanghari, Provinsi Jambi. Rasa simpati itu muncul dari berbagai kalangan karena tersentuh akan kegigihan Asmara dalam membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan hingga titik darah penghabisan.

Rasa simpati itu antara lain datang dari Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Sebagai wujud rasa simpati itu, Fachrori Umar menjenguk keluarga almarhum Asmara di Dusun Anggrek, Desa Bathin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Sabtu (24/8). Pada kesempatan tersebtut Fachrori Umar juga memberikan uang santunan materil kepada istri korban, Rohmini (35) sebesar Rp 32,4 juta. Kemudian seorang anak korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) juga mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.

"Kami memberikan bantuan ini sebagai upaya untuk meringankan beban keluarga terutama untuk kelanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan. Untuk itu kami juga memberikan bantuan beasiswa yang akan diberikan setiap bulan,"katanya.

Fachrori Umar pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa belasungkawa segenap jajaran Pemerintah Provinsi (pemprov) Jambi atas meninggalnya anggota Manggala Agni Daerah Operasional Batanghari, Asmara ketika menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan. Pengorbanan almarhum Asmara hendaknya tidak sia-sia.

“Perjuangan Asmara hingga mengorbankan nyawa untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan menjadi perenungan bagi seluruh elemen masyarakat di Jambi agar tidak lagi membakar hutan dan lahan,”tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asmara, anggota Manggala Agni Daerah Operasi Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi meninggal Jumat (23/8) setelah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Kota Jambi. Asmara mengalami luka berat di bagian kepala akibat tertimpa pohon ketika melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Hutan Taman Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS), Desa Senami, Kabupaten Batanghari, Kamis (22/8).

Rosmini, istri almarhum Asmara pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas banyaknya perhatian berbagai pihak, termasuk Gubernur Jambi terhadap keluarga mereka.

"Saya dan keluarga tidak bisa membalas kebaikan semua pihak yang memberikan bantuan kepada kami. Saya hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih. Saya mohon doa agar bisa membesarkan anak-anak kami sepeninggal suami saya,"kata istri Asmara.

Sementara itu, Komandan Komando Rayon Militer (Korem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel TNI (Arh) Elphis Rudy juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya anggota pasukan Manggala Agni, Asmara. Elphis Rudy mengapresiasi perjuangan Asmara yang tidak kenal menyerah memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

“Selaku Komandan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi, saya menyampaikan rasa duka yang dalam atas meninggalnya Asmara dalam menjalankan tugas. Telah gugur pahlawan Kebaktian Sosial almarhum Asmara. Semoga perjuangannya selama ini tidak sia-sia,”ujarnya.

Elphis Rudy meminta seluruh anggota pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Jambi hendaknya selalu waspada dan tetap menggunakan pelindung ketika menjalankan tugas di lapangan.

"Seluruh personel Satgas Karhutla Jambi harus terus waspada dan untuk lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan pemadaman kebakaran lahan dan hutan. Tetap jaga keamanan personel dan materil,"katanya.

Lebih lanjut dikatakan, perjuangan pasukan pemadaman karhutla di Batanghari tergolong cukup berat karena luasnya areal hutan dan lahan yang terbakar. Karhutla di Kabupaten Batanghari selama musim kemarau tahun ini termasuk salah satu karhutla terluas di Jambi. Luas areal hutan dan lahan yang terbakar di kabupaten yang bertetangga dengan Kota Jambi itu sejak awal Juli hingga 23 Agustus 2019 sudah mencapai 206, 3 hektare (ha). Karhutla di Batanghari paling banyak Agustus ini dengan jumlah titik api 75 titik api dan luas karhutla sekitar 189 ha.

“Karhutla di Batanghari terjadi di tujuh kecamatan. Salah satu karhutlah yang cukup luas di Batanghari terdapat di Tahura STS Senami, Bajubang, Batanghari dengan luas areal kebakaran sekitar 30 ha. Sekitar 90 % karhutla di Batanghari akibat ulah manusia atau disengaja untuk membuka dan membersihkan lahan,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan