4.000 Hektare Tanaman Padi di Jambi Terancam Gagal Panen

4.000 Hektare Tanaman Padi di Jambi Terancam Gagal Panen
Ilustrasi kekeringan sawah. ( Foto: Antara / Dedhez Anggara )
Radesman Saragih / JEM Senin, 26 Agustus 2019 | 14:18 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Luas sawah yang mengelami kekeringan di Provinsi Jambi terus bertambah menyusul musim musim kemarau panjang di daerah itu. Luas tanaman padi yang terancam gagal panen sudah mencapai 4.011 hektare (ha). Sedangkan sekitar 111 ha tanaman padi yang dilanda kekeringan di daerah itu sudah puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Akhmad Maushul di Jambi, Minggu (26/8/2019), menjelaskan, sebagian besar tanaman padi yang kekeringan dan gagal panen tersebut berada di Kabupaten Batanghari, Bungo, Merangin dan Kota Jambi. Kekeringan membuat tanaman padi rusak ringan, rusak berat dan puso.

“Tanaman padi yang paling banyak rusak ringan terdapat di Kabupaten Muarojambi, yakni mencapai 1.086 ha. Sedangkan tanaman padi yang paling banyak rusak sedang di Batanghari, yakni sekitar 263 ha,”ujarnya.

Menurut Akhmad Maushul, jika hujan tidak turun di Jambi hingga sepekan mendatang, luas tanaman padi yang puso, rusak berat dan rusak ringan diperkirakan bertambah lagi. Pompaniasi yang dilakukan petani mengatasi kekeringan sawah di daerah itu tidak mampu lagi menyelamatkan tanaman padi mereka. Masalahnya sumber air di sungai dan air tanah sebagian besar sudah kering.

"Hanya hujan yang bisa menyelamatkan kekeringan sawah di Jambi saat ini. Mudah-mudahlah huan segera turun karena ini sudah mendekati September,"ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah memberikan bantuan puluhan unit pompa air kepada para petani di beberapa kabupaten untuk membantu mengatasi sawah yang kekeringan. Namun bantuian pompa air tersebut hanya bisa mengatasi sekitar 30 % sawah yang kekeringan.

"Supaya seluruh sawah yang kekeringan bisa mendapat pasokan air melalui pompanisasi, kami sudah mengajukan permintaan bantuan 25 unit pompa air ke Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan permohonan bantuan poma air tersebut bisa segera dipenuhi,”katanya.

Dikatakan, untuk membantu petani yang mengalami gagal panen, piak dinas pertanian daerah itu belum bisa mengusahakan asuransi pertanian sebesar Rp 6 juta/ha. Masalahnya para petani yang tanaman padi mereka mengalami puso atau gagal panen belum masuk asuransi pertanian.

"Untuk saat ini kami baru bisa mengusahakan bantuan benih padi. Kami masih mendata luas lahan petani yang puso dan gagal panen. Berdasarkan data tersebut, kami segera mengajukan bantuan pengadaan benih kepada Kementerian Pertanian,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan