Yayasan Amazing New Beginning Diresmikan

Yayasan Amazing New Beginning Diresmikan
Sebuah yayasan sosial, Amazing New Beginning diresmikan di Jakarta, Minggu (25/8/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Minggu, 25 Agustus 2019 | 22:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sebuah yayasan sosial, Amazing New Beginning diresmikan di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Yayasan yang didirikan Sriwati Jennete, Djuariah Chanafie, dan Rina Laurentine, ini menyerukan solidaritas sosial untuk membantu warga yang membutuhkan kesehatan layanan, terutama bagi penduduk dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Di tengah kemajuan teknologi di dunia kesehatan, ada satu kekurangan, yaitu masyarakat bukan hanya membutuhkan kesehatan fisik, tetapi juga membutuhkan sentuhan kasih,” kata Sriwati Jennete, yang juga Ketua Pembina Yayasan Amazing New Beginning.

Dengan kondisi tersebut, kata Sriwati, Yayasan Amazing New Beginning memiliki kerinduan akan dampak yang berguna bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Jika pikiran terobati maka kesehatan fisik pun terobati. Oleh karenanya, mari kita jalan, kita turun dan kita lihat bersama apa yang mereka butuhkan. Dengan niat yang baik, Tuhan pun membukakan jalan sehingga terbentuk yayasan ini sekaligus menjadi mitra pemerintah untuk membantu negeri ini dalam membangun kesehatan,” tutur Sriwati.

Yayasan ini memiliki program pengobatan gratis door to door, membantu para lansia, dan memberikan pelatihan-pelatihan kesehatan kepada masyarakat.

“Yayasan berharap dapat menyediakan layanan kesehatan holistik (bio-psiko-sosial-spiritual) yang bersifat suportif, mendidik, dan spiritual. Target kami adalah membantu masyarakat yang tidak mampu untuk diberikan pengobatan gratis dan sentuhan kasih,” ujarnya.

Untuk personel yang diterjunkan, tambah Sriwati, yayasan menyiapkan dokter spesialis mata, spesialis syaraf, dan dokter lainnya yang masih aktif.

Ketua Yayasan Amazing New Beginning, Karl Hendrik Silaen, menjelaskan, yayasan yang didirikan pada 5 Maret ini berharap dapat memberikan pelayanan dari para medis dan care giver lebih lanjut.



Sumber: Suara Pembaruan