Hambatan Pengembangan Danau Toba Harus Dituntaskan

Hambatan Pengembangan Danau Toba Harus Dituntaskan
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Arnold H Sianturi / FER Minggu, 25 Agustus 2019 | 19:50 WIB

Samosir, Beritasatu.com - Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, menyampaikan, masalah lingkungan, komunikasi yang lebih baik kepada masyarakat maupun pembatasan tonase kendaraan, menjadi isu penting yang perlu dibahas dalam pengembangan wisata Danau Toba sebagai destinasi internasional.

"Untuk membangun dan membangkitkan pariwisata Danau Toba, yang pembangunan semua infrastrukturnya sampai tahun 2020 mendatang, maka semua yang menjadi hambatan harus diselesaikan," ujar Arie Prasetyo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan dan Pengelolaan Mendukung Pembangunan Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Internasional di Tuk Tuk, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (25/8/2019).

Dalam Rakor yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah maupun kabupaten ini, Arie menyampaikan, Danau Toba harus ditata sebaik mungkin, dan menampilkan suasana yang bernuansa pariwisata. Dalam penataan ini juga harus melibatkan semua pihak, termasuk peran serta masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba.

"Jangan nanti tiba-tiba ada kendaraan berat yang melalui jalan pada jam-jam yang tidak tepat di lokasi pariwisata Danau Toba. Tentunya, ini harus menjadi perhatian dan wajib dipertimbangkan. Kerja sama dari semua pihak dalam mendukung Danau Toba sebagai wisata internasional sangat dibutuhkan," tegasnya.

Menurut Arie, pihaknya tetap optimistis dalam membangkitkan wisata Danau Toba jika sinergisitas dari pemerintah daerah maupun kabupaten bersama para stakeholder, akademisi, terus dilaksanakan.

"Kerja sama ini sangat diperlukan dalam menjadikan Danau Toba sebagai wisata kelas dunia," pungkas Arie Prasetyo.



Sumber: Suara Pembaruan