UPH SPARKLABS, Inkubator Start-Up Mahasiswa Diresmikan

UPH SPARKLABS, Inkubator Start-Up Mahasiswa Diresmikan
Peresmian secara simbolis SPARKLABS dengan penggutingan pita oleh Dekan Business School UPH, Prof. Gracia Shinta S. Ugut, disaksikan para dekan fakultas, dan beberapa partner industri yang tergabung dalam program Executive in Residence di Incubator Bisnis UPH, di kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Jumat (23/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / FMB Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:54 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Universitas Pelita Harapan (UPH) meresmikan UPH SPARKLABS yang merupakan sebuah wadah yang didirikan untuk menampung ide-ide bisnis dari mahasiswa dan para alumni agar dapat direalisasikan menjadi bisnis yang benar-benar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Dekan Business School UPH, Gracia Shinta S. Ugut mengatakan, kehadiran UPH SPARKLABS sebagai respon atas tingginya minat mahasiswa UPH untuk membuat dan mengembangkan sebuah usaha start-up setelah lulus, khususnya mahasiswa tingkat akhir.

Kendati demikian, Business School UPH untuk membuka wadah bagi mahasiswa dalam pengembagan ekonomi digital. Dengan begitu, para mahasiswa dapat belajar dan praktik langsung dan akan dapat membangun perusahaan atau start-up setelah lulus.

“Ini insiatif dari Businees School UPH dan sebenarnya sudah lama direncanakan dan tahun ini terealisasi. Creation of company tentunya sangat penting untuk perkembangan ekonomi Indonesia saat ini karena makin banyak perusahaan yang bisa diciptakan tentu akan sangat baik untuk menyerap tenaga kerja,” kata Gracia pada Peresmian UPH SPARKLABS, di kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang,Banten, Jumat (23/8/2019).

Dia menambahkan, UPH SPARKLABS ini dipersiapkan agak sedikit berbeda karena tidak hanya Fakultas Businees School saja yang terlibat, akan tetapi juga mengundang dari unit lain seperti Fakultas Teknik, Seni, Desain, Ilmu Komputer, dan Information System untuk bergabung.

Gracia menyebutkan, UPH SPARKLABS merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi, tetapi tidak selamanya menggunakan aplikasi. Misalnya, salah satu project yang sedang dirancang saat ini adalah terkait dengan penggunaan solar panel untuk daerah-daerah yang kesulitan listrik.

“Mungkin daerah itu tidak jauh dari Jakarta tapi mereka mengalami kesulitan maka laboratorium yang ada di UPH SPARKLABS ini bagaimana mengembangkan solar panel dengan harga jauh lebih murah dan lebih efektif,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gracia menegaskan hadirinya UPH SPARKLABS juga bentuk kontribusi UPH terhadap masyarakat karena mahasiswa tidak perlu menyelesaikan studi untuk mulai masuk dalam dunia bisnis tetapi sejak awal mereka belajar, praktik serta bertemu langsung dengan orang-orang dari industri untuk bekerja sama dengan mereka.

Sementara itu, Direktur UPH SPARKLABS, Radityo Fajar Arianto mengatakan, melalui UPH SPARKLABS mahasiswa akan mendapatkan pembekalan atau mentorship yang diberikan langsung oleh para profesional dari berbagai perusahaan. Bahkan beberapa diantaranya langsung dari pemimpin perusahaan yang mumpuni di bidangnya. Para mentor ini tergabung dalam program Executive in Residence di Incubator Bisnis UPH.

“Secara regular para mahasiswa juga mendapatkan coaching dari para dosen yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang dari beberapa fakultas di UPH, dan memfasilitasi untuk membangun jaringan yang memungkinkan berkolaborasi baik secara internal maupun eksternal,”terangnya.

Radityo juga menuturkan, UPH SPARKLABS bekerja sama dengan berbagai institusi yang dapat membantu pendanaan seperti seed capital, angel investor maupun venture capital untuk merealisasikan ide-ide bisnis para mahasiswa, di antaranya PT. Navanti Indonesia Investama.

“Tentunya ada kriteria yang harus dipenuhi mahasiswa agar ide-ide bisnisnya dapat lolos seleksi, terutama ide-ide bisnis yang berbasis teknologi dan membawa dampak sosial yang besar,” tambah Radityo.

Dia menyebutkan, ada beberapa agenda kegiatan sudah disiapkan hingga tahun 2020, dimulai dengan Startups Competition yang rencananya diadakan di bulan November 2019. Acara ini terbuka untuk mahasiswa UPH dan alumni dari berbagai program studi. Para pemenang akan mengikuti program mentoring dan coaching pada Januari–April 2020 dari para CEO perusahaan yang telah berhasil di bidangnya. Pada bulan Mei – Juni 2020 akan diadakan Pitching Day untuk mahasiswa atau alumni mempersentasikan bisnisnya untuk mendapatkan pendanaan bagi realisasi dan pengembangan di masa mendatang.

“UPH sebagai institusi pendidikan yang telah melayani 25 tahun kini telah menghasilkan lebih dari 30.000 lulusan yang mengabdi dalam berbagai bidang di dalam dan luar negeri. UPH terus mengikuti perkembangan untuk memperlengkapi para lulusannya sehingga dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Perkembangan minat generasi mileneal dalam dunia bisnis pun menjadi perhatian dalam strategi UPH untuk mempersiapkan para lulusannya menciptakan wirausaha baru,” paparnya.

Selanjutnya, Radityo mengatakan, dengan adanya UPH SPARKLABS maka mahasiswa dapat mewujudkan mimpinya hingga memiliki usaha yang stabil. “Tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa yang ingin memulai usaha mereka. Inkubator UPH hadir untuk membantu mahasiswa dan alumni mengatasi berbagai tantangan mulai dari mencari pasar, networking, serta pendanaan. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dan alumni dapat mewujudkan bisnis yang mampu bersaing dan mendapatkan pendanaan tahap berikutnya,” ucap Radityo



Sumber: Suara Pembaruan