Oknum Polisi Kirim Minuman Beralkohol ke Mahasiwa Papua, Paskalis Kossay: Itu Penghinaan

Oknum Polisi Kirim Minuman Beralkohol ke Mahasiwa Papua, Paskalis Kossay: Itu Penghinaan
Ketua Kaukus Papua di Parlemen RI, Paskalis Kossay.S.Pd,MM ( Foto: PR )
Robert Isidorus / JEM Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:35 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Tindakan oknum polisi di Bandung, Jawa Barat, yang mengirimkan bantuan dua kardus yang isinya antara lain minuman beralkohol tinggi kepada mahasiswa Papua yang sedang menggelar aksi demo di Gedung Sate Bandung, Kamis (22/8/2019), dinilai sebagai bentuk penghinaan kepada orang Papua.

"Tindakan polisi ini salah satu bagian dari bentuk penghinaan terstruktur dan masif terhadap orang Papua, bahwa orang Papua sebagai berperilaku buruk," ujar tokoh Papua, Paskalis Kossay, kepada Beritasatu.com, Jumat (23/8/2019).

Mantan anggota DPR  ini menegaskan, tindakan seorang oknum anggota polisi di Bandung tersebut ingin memberitahukan kepada masyarakat umum atau masyarakat Indonesia bahwa orang papua  terbiasa dengan minuman keras, pemabuk, dan perlaku negatif lainnya.

Ia mengatakan,  dengan mudahnya seorang polisi mengirimkan minuman keras kepada para mahasiswa Papua di Bandung, sebagai bentuk penghinaan yang terstruktur dan sistematis serta terencana sengaja membawa barang haram itu kepada mahasiswa untuk dikonsumsi.

Menurutnya, tindakan oknum polisi tersebut  merupakan tindakan yang melawan hukum, karena pengaruh minuman keras bisa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

"Apa tujuan seorang polisi ini membawa barang barang terlarang tersebut kepada para mahasiswa Papua. Apakah punya agenda tersendiri supaya aksi demo itu menjadi anarkis karena pengaruh minuman keras?," kata Paskalis Kossay.

Untuk itu, Paskalis Kossay, rakyat butuh klarifikasi dan konfirmasi yang transparan dari Polda Jawa Barat tentang maksud dan tujuan keterlibatan anggota polisi yang membawa minuman keras kepada mahasiswa papua ini.

"Semoga cepat diusut apa maksud dan tujuan polisi tersebut," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan