Kasus Suap Dirkeu PT AP II, KPK Periksa Dirut PT INTI dan Direktur PT APP

Kasus Suap Dirkeu PT AP II, KPK Periksa Dirut PT INTI dan Direktur PT APP
Direktur Keuangan Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam memakai rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol, keluar usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019 dini hari. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / WM Jumat, 23 Agustus 2019 | 11:39 WIB

Kasus Suap Dirkeu PT AP II, KPK Periksa Dirut PT INTI dan Direktur PT APP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI (Persero) Darman Mappangara, Jumat (23/8/2019).

Darman bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP). Pemeriksaan Darman dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II (PT AP II), Andra Y. Agussalam.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AYA (Andra Y Agussalam )," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2019).

Selain Darman, dalam mengusut kasus ini tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa Direktur PT APP, Wisnu Raharjo. Seperti halnya Darman, pemeriksaan Wisnu dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Andra Y. Agussalam.

"Yang bersangkutan juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AYA," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Dirkeu PT PT AP II, Andra Y Agussalam dan staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI (Persero) Taswin Nur sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo. Andra diduga menerima suap sekitar SGD 96.700 dari Taswin Nur untuk mengawal proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo agar digarap PT INTI.

Sebelumnya, KPK memastikan bakal terus mengembangkan dan mengusut kasus ini. Dalam pengembangan tersebut tak tertutup kemungkinan KPK bakal menjerat petinggi PT AP II maupun PT INTI lainnya yang terlibat.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, dalam gelar perkara kemarin terdapat sejumlah pihak yang terindikasi terlibat. Untuk itu, Saut menyebut kasus ini masih akan terus berkembang dan menjerat pihak lain.

"Mungkin akan masih berkembang karena sampai expose kemarin itu kita masih bisa menersangkakan yang kita sebut itu," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Diyakini Saut, dalam proses penyidikan kasus ini akan banyak bukti-bukti yang diperoleh tim penyidik. Selain bukti yang diperoleh penyidik, berdasarkan pengalaman KPK selama ini, dalam proses penyidikan terdapat pihak yang akan mengungkap peran dan keterlibatan pihak lain.

"Biasanya berkembang. Makanya kita selaku dinilai lama. Nanti ada (yang mengajukan) Justice Collaborator, ada orang yang membuka terus kemudian ada lagi persidangan kita proses lagi selanjutnya. Begitu. Sama dengan kasus-kasus lain. Jadi memang artinya bagaimana kita bisa ketemu bukti yang cukup itu yang perlu waktu. Jadi mungkin forensic accounting nya juga masih jalan lagi," katanya.

Adanya indikasi keterlibatan pihak lain ditunjukkan KPK dengan menerapkan pasal penyertaan atau Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP terhadap Andra dan Tasmin. Saut menekankan, dengan menggunakan pasal tersebut, pihaknya memang telah mengantongi indikasi adanya keterlibatan pihak lain. Namun, untuk menjerat pihak lain tersebut, tergantung bukti-bukti yang diperoleh dalam pengembangan proses penyidikan.

"Itu makanya saya bilang itu nanti masih kita lihat. Ini kan baru bicara indikasi-indikasi keterangan berikutnya seperti apa, tapi kalau saya lihat dari konstruksi yang dijelaskan oleh teman-teman di penyelidikan kemarin ya bisa jadi ini berkembang," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan