Yayasan Nurani Dunia dan BlueScope Bangun Kampung Ilmu di Purwakarta

Yayasan Nurani Dunia dan BlueScope Bangun Kampung Ilmu di Purwakarta
Pembangunan Kampung Ilmu di Purwakarta. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / AB Kamis, 22 Agustus 2019 | 22:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Yayasan Nurani Dunia menggandeng BlueScope membangun Kampung Ilmu di Purwakarta, Jawa Barat. Kampung Ilmu adalah sebuah kompleks pendidikan modern yang mengintegrasikan pendidikan formal dan informal. Kompleks di lahan seluas 50.407 m2 ini berada di Tegalwaru, Purwakarta.

Yayasan Nurani Dunia memiliki gagasan untuk membangun kembali gedung-gedung sekolah dan merekrut tenaga pengajar bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dalam pelaksanaannya, yayasan menggandeng BlueScope, perusahaan yang memproduksi baja lapis.

“Setelah mendengar rancangan program inovatif dari Pak Imam, kita tergerak untuk terlibat di dalamnya, karena program ini sejalan dengan program CSR yang mengarusutamakan pendidikan dan bangunan publik secara jangka panjang.” kata Presiden Direktur NS BlueScope Indonesia, Yan Xu melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (22/8/2019).

Pihaknya berkomitmen memberikan bantuan berupa material penutup atap dan penutup lantai metal untuk dua gedung sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) serta penutup lantai metal untuk embung air di gedung serbaguna.

Ketua Pengurus Yayasan Nurani Dunia Imam Prasodjo menyatakan pihaknya tak hanya membangun gedung sekolah, juga beragam infrastruktur desa yang melibatkan warga Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.

“Gotong-royong tak hanya membangun gedung-gedung sekolah, tetapi juga membangun beragam infrastruktur desa, seperti jalan, instalasi air, fasilitas lapangan olahraga dan lain-lain. Seluruh warga berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bersama," kata Imam.

Menurutnya, SMKN Tegalwaru dirancang terintegrasi dengan pusat-pusat pembelajaran komunitas informal di sekitarnya. Konsep itu diharapkan menumbuhkan wirausaha desa berjiwa mandiri dan mampu melakukan inovasi di berbagai bidang.

Fasilitas yang tengah dibangun di antaranya, empat kelas belajar-mengajar, satu ruang guru, ruang laboratorium, ruang workshop, lapangan olahraga, dua asrama guru, aula serbaguna, perpustakaan, masjid, serta saluran air.

"Bangunan ini dirancang tahan gempa oleh para relawan insinyur sipil muda dan tim arsitek Andramatin. Sebagai kesatuan dari rancangan desain, penutup atap (roofing) yang cocok, unik dan berkualitas, saya langsung terpikir produk BlueScope. Apalagi, saya pernah bekerja sama dengan BlueScope melalui program CSR-nya saat membangun sekolah yang runtuh akibat gempa 2006 di Klaten. Saat saya hubungi mereka, responsnya begitu cepat,” ujar Imam.

 



Sumber: BeritaSatu.com