Polisi Kaji Unsur Pidana dalam Penyataan Abdul Somad

Polisi Kaji Unsur Pidana dalam Penyataan Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri masih mempelajari laporan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Korneles Jalanjinjina dan sejumlah pihak lain terkait ceramah ustaz Abdul Somad (UAS) dengan dugaan pasal penodaan agama.

Menurut Kasubdit II Dit Sibet Kombes Rickynaldo Chairul, laporan itu masih ditangani Binops setelah diterima oleh SPKT. Soal apa kasus itu memenuhi unsur ITE atau tidak sedang dalam pengkajian.

“Kalau memenuhi unsur ITE-nya, baru diserahkan ke siber. Tapi kalau tidak, biasanya diserahkan ke Dit Pidum. Juga kalau dilaporkan di beberapa polda, biasanya ditarik jadi satu. Tunggu keputusan pimpinan, apakah ditangani tim, apakah ditangani gabungan, apakah ditangani per direktorat,” kata Ricky di Mabes Polri, Selasa (20/8/2019).

Jika ada unsur pidana dalam kasus ini, Ricky melanjutkan, polisi juga akan mencari siapa yang menyebarkan video itu karena UAS memberikan ceramah maka bukan dia yang menyebar.

“Iya tetap (dipanggil). Pokoknya dikaji dulu,” sambungnya.

UAS dilaporkan karena pernyataanya. Pelapor membawa barang bukti berupa potongan video dalam flash disk yang sudah juga dibuatkan sinoposisnya.

Sementara itu Abdul Somad telah menyatakan jika substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Dia mejelaskan jika ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Ia menjelaskan tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW.



Sumber: BeritaSatu.com