Dua Ormas Laporkan Abdul Somad ke Polisi

Dua Ormas Laporkan Abdul Somad ke Polisi
Dai Ustad Abdul Somad. ( Foto: Antara / Feny Selly )
Bayu Marhaenjati / Yoseph A Kelen / CAH Senin, 19 Agustus 2019 | 16:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dua Organisasi Kemasyarakatan yakni Horas Bangso Batak (HBB) dan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (BM NTT) di dua tempat berbeda melaporkan Ustaz Abdul Somad, terkait dugaan kejahatan terhadap ketertiban umum tentang pernyataannya soal salib, yang kemudian viral dan menuai polemik.

HBB melaporkan Abdul Somad ke Polda Metro Jayam sedangkan BM NTT ke Polda NTT, Senin (17/8) siang.

"Seperti yang kita ketahui bahwa ceramah beliau di Pekan Baru itu, yang menyatakan salib itu ada iblis dan kafir, ada jin, dan menyatakan juga bahwa di red cross-nya, di ambulans adalah lambang kafir. Itu adalah pernyataan yang tidak benar. Karena itu, kami sebagai warga negara melaporkan ke pihak yang berwajib untuk mengusut," ujar Anggota Tim Hukum HBB Erwin Situmorang, di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8/2019).

Laporan itu, tercatat dengan nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tertanggal 19 Agustus 2019, terkait dugaan kejahatan terhadap ketertiban umum yang diatur dalam Pasal 156 KUHP.

"Kami ingin negara ikut campur tangan dengan pernyataan beliau yang sudah viral. Selanjutnya, kedatangan kami di sini bahwa jangan ada lagi ustad atau pendeta lain yang menista dan menghina agama. Karena kita adalah umat yang saling mengasihi dan menghargai satu sama lain," ungkapnya.

Erwin menyampaikan, pelapor atas nama Netty Farida Silalahi, membawa barang bukti rekaman video di dalam flash disk ketika membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

"Flash disk yang di dalamnya ada video viral, ceramah yang katanya di Pekan Baru," katanya.

Laporan Brigade Meo

Di tempat terpisah, sejumlah pengurus Brigade Meo, mendatangi Polda NTT dan melaporkan sang Ustaz, terkait video penistaan agama yang beredar secara luas di masyarakat.

"Kita laporkan soal video penodaan agama oleh Ustaz Somad, yang lagi viral di media sosial," ungkap Ketua Umum Brigade Meo Yacobis Mercy Siubelan, kepada sejumlah wartawan di Mapolda NTT.

Menurut Mercy, alasan pelaporan itu, menyusul beredar video penodaan terhadap simbol agama kristen Protestan dan Katolik.

Penodaan agama yang dilakukan oleh UAS lanjut Mercy, telah mencederai pihaknya sebagai umat Nasrani. 

Setelah habisnya perayaan kemerdekaan ini kata Mercy, harusnya hidup bersampingan dan tidak menjelakan kenyakinan satu dengan lainnya.

"Kita agama Kristen, Hindu, Budha dan lainnya punya hak yang sama, untuk beragama di dalam negara Indonesia Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini," ujarnya.

Meski telah dilakukan klarifikasi oleh UAS, tapi menurut Mercy, proses hukum tetap berjalan.



Sumber: BeritaSatu.com, Suara Pembaruan