Menko Puan Minta Mahasiswa Harus Memiliki Jiwa Nasionalisme

Menko Puan Minta Mahasiswa Harus Memiliki Jiwa Nasionalisme
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kanan) berbincang dengan mahasiswa asal Papua di kampus Universitas Diponegoro, Semarang, 16 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu / Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / HA Senin, 19 Agustus 2019 | 06:16 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(Menko PMK) Puan Maharani mengimbau kepada mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga jiwa nasionalisme yang tinggi yang selalu mengedepankan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (18/8/2019).

Puan mengatakan bangsa Indonesia terdiri dari ribuan pulau, suku, dan budaya sehingga persatuan dan kesatuan penting untuk terus dijaga, dan itu mustahil dilakukan tanpa adanya sikap toleransi. Puan menyebutkan, perayaan HUT Ke-74 RI di Istana Negara menggambarkan keanekaragaman Indonesia. Hal tersebut ditunjukan dari tampilan pakaian adat yang digunakan para pejabat maupun tamu undangan.

Oleh karena itu, Puan meminta mahasiswa untuk tidak melupakan akarnya sebagai orang Indonesia, yakni harus jaga kearifan lokal dan budaya yang menjadi milik Indonesia saat ini dengan cara mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi antarsesama.

“Bhinneka Tunggal Ika itu penting dan harus dijaga, iya atau enggak? Keberagamaan itu harus selalu ada di hati kita. Pancasila itu harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Puan saat memberikan Orasi pada Kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM).

Lebih lanjut, Puan juga mendorong agar para mahasiswa bisa menjadi pionir di daerahnya masing-masing. Terlebih di era industry 4.0 saat ini, merupakan tantangan bagi mahasiswa untuk bisa menyesuaikan diri dan tetap tidak melupakan akarnya.
"Jangan pernah lupa dengan akarnya bahwa kita orang Indonesia, kita itu besar kalau kita bersama. Tetap jaga kearifan lokal dan kebudayaan, keseniaan itu menjadi salah satu hal yang harus kita pegang selama kita ada di Indonesia," paparnya.

Kendati demikian, Puan mengingatkan kepada para mahasiswa baru untuk fokus menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Mereka diminta untuk tidak terburu-buru menikah. Pasalnya, jika tidak ada generasi muda yang menyelesaikan pendidikan tinggi, Indonesia akan dipandang sebagai negara tidak berpendidikan.

"Jangan kawin buru-buru. Sekolah dulu. Selesaikan kuliah dulu. Sekarang berteman dulu. Jangan buru-buru kawin," ujar Puan.

Dialog dengan Mahasiswa
Pada kesempatan sama, Puan berdialog langsung dengan para mahasiswa baru. Dia meminta mahasiswa dari provinsi yang ia sebut untuk tampil ke panggung utama. Untuk sesi pertama, Salah satunya adalah Antonietta asal Manokwari, Papua.

Puan menanyakan alasan Antonietta mengapa memilih Undip? Yang ditanya menuturkan bahwa Undip adalah kampus impiannya sejak sekolah menengah atas (SMA) dengan program studi(prodi) Teknik Perencanaan Tata Kota agar dapat membangun daerah asalnya. Jawaban Anet tersebut diganjar hadiah sebuah gitar.

“Bayangkan kita punya saudara dari Papua ada di Jawa tengah, kalau enggak ada Bhinneka Tunggal Ika, enggak ada Pancasila enggak mungkin Anet ini sampai di Undip,” ujar Puan., menyebut nama panggilan Antonietta.

Selain Anet, ada tiga mahasiswa lain yang juga diberi kesempatan untuk tampil sepanggung dengan cucu Soekarno ini. Masing-masing dari mereka diberi hadiah sebuah tablet untuk menunjang proses belajar.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, Undip akan berpegang teguh pada prinsip jujur, adil, berani, dan peduli. Oleh karena itu, dia menegaskan tidak ada tempat bagi mahasiswa yang anti terhadap Pancasila.

“Saya minta wasapada dan hati-hati dalam berkegiatan agat tidak terpapar radikalisme. Mahasiswa harus berperan serta menjaga NKRI,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com