Berpantun di Sidang Paripurna, Bamsoet Singgung Pejabat dan Amandemen

Berpantun di Sidang Paripurna, Bamsoet Singgung Pejabat dan Amandemen
Berpantun di Sidang Paripurna, Bamsoet Singgung Pejabat dan Amandemen ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Oktaviana Maria / YTB Jumat, 16 Agustus 2019 | 17:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan dua bait pantun sebelum membuka Masa Persidangan I 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Sebelum melanjutkan pembukaan ini, perkenankan saya menyampaikan dua buah bait pantun" ucap Bamsoet.

Pada pantun pertama, Bamsoet menyinggung para pejabat negara agar tidak saling sindir demi membangun bangsa.

"Segi empat belah ketupat, ketupat dibuat bila lebaran dekat. Para pemimpin jangan saling sindir dan bersilang pendapat agar negeri tetap sehat dan kuat" kata Bamsoet.

Pantun Bamsoet ini pun langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari anggota dewan dan tamu undangan yang hadir. Mereka juga tampak tawa dan senyum usai mendengar pantun jenaka dari Bamsoet.

Kemudian, Bamsoet membacakan pantun yang kedua. Bamsoet mengatakan meski ramai perdebatan soal Amandemen UUD 1945, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap harga mati.

"Bunga Seroja dari Kalimantan, dibawa orang ke Sulawesi. Walau orang ramai berdebat amandemen, Pancasila dan NKRI tetap harga mati" lanjut Bamsoet.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV