Indonesia Punya Semua Potensi untuk Maju

Indonesia Punya Semua Potensi untuk Maju
Hamdi Muluk ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 14 Agustus 2019 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan, Indonesia mempunyai semua potensi untuk maju. Potensi itu antara lain sumber daya alam (SDA) yang bagus dengan ditunjang letak geografis yang strategis.

“Selain itu, sebagai sebuah bangsa, kita sebenarnya punya modal sosial yang cukup besar yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang sudah diwariskan dari para founding fathers kita itu adalah modal yang besar, termasuk di dalamnya bahasa persatuan. Dan itu sudah berhasil kita lewati, karena sampai hari ini kita tidak terpecah dan masih tetap utuh yang tentunya semua itu adalah sebuah modal sosial yang besar dan tangguh untuk bisa maju,” ujar Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Modal sosial ini, menurut Hamdi, sangat penting, karena untuk maju, sebuah negara itu perlu banyak modal. Dia menyebut modal tersebut, pertama yakni modal kekayaan SDA yang sifatnya fisik material. Kedua, national building seperti yang dikatakan mantan Presiden Soekarno.

National building ini maksudnya adalah membangun bangsa yang sejahtera, lahir fisik sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan yaitu memajukan kehidupan bangsa, memajukan perikehidupan dan sebagainya sesuai dengan UUD 1945. Untuk membangun national building ini modal dasarnya, pertama, fisik material yaitu, sumber daya alam. Kedua, uang atau finansial, dan ketiga, yaitu sumber daya teknologi,” ujar Hamdi dalam keterangan tertulis.

Dengan modal tersebut, menurutnya, lalu ada pemikiran sosial dengan memakai istilah kapital, baik itu natural kapital, ekonomic kapital, dan teknologi kapital. Namun hal tersebut tentu tidak cukup untuk bisa maju kalau bangsa itu isinya konflik, tidak ada keamanan, tidak ada rasa saling percaya, lalu disusupi ideologi radikalisme. Untuk itulah tentunya juga diperlukan modal sosial agar dapat maju.

“Modal sosial untuk maju itu hanya bisa dipupuk dengan rasa nasionalisme, percaya antarsesama anak bangsa, tidak ribut terus, semangat persatuan supaya kita memiliki apa yang disebut dengan kohesi sosial. Jadi secara sosial kita ini kohesi atau merasa satu,” kata pria yang juga menjadi anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Koropsi (Pansel Capim KPK) ini.



Sumber: Suara Pembaruan