Wapres: TNI dan Polri Telah Profesional Jalankan Tugas di Papua

Wapres: TNI dan Polri Telah Profesional Jalankan Tugas di Papua
Jusuf Kalla. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / FMB Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menilai TNI dan Polri telah profesional dalam menjalankan tugas di Papua. Dia tidak melihat TNI dan Polri melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.

‎"Apa yang terjadi sekarang di Papua selalu saya mengatakan pemerintah, TNI dan Polri selalu menjalankan tugasnya dengan baik. Apabila diserang, tidak bisa pasrah. Harus kembali membalas siapa penyerangnya," kata JK saat memberi pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri, Seskoad, Seskoal, Seskoad di Auditorium Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ia tidak setuju jika selama ini TNI dan Polri melakukan pelanggaran HAM di Papua. Menurutnya, tuduhan itu tidak obyektif karena posisi TNI dan Polri adalah diserang kelompok separatis.

Dia menegaskan jika diserang oleh kelompok separatis atau kelompok bersenjata, TNI dan Polri wajib membalasnya. Jika ada korban di kubu separatis, itu risiko dari perbuatan mereka menyerang TNI dan Polri karena banyak juga anggota TNI dan Polri yang gugur akibat serangan para separatis tersebut.

"Itu bukan pelanggaran HAM karena yang melanggar HAM siapa yang duluan," tegas JK.

JK menyebut tindakan TNI dan Polri masih jauh dari kategori pelanggaran HAM dibandingkan negara-negara lain di dunia. Bahkan, negara-negara besar seperti Amerika Serikat bisa dikategorikan pelanggaran HAM paling besar.

"Barangkali negara yang paling melanggar HAM di dunia adalah Amerika. Mengebom negara kiri kanan tanpa dasar, mengebom Vietnam, mengebom Suriah, mengebom Irak, mengebom Libya. Itu pelanggaran HAM terbesar di dunia yang terjadi. Bukan hanya karena satu korban di Papua, lalu TNI dianggap melanggar HAM," tutup JK.



Sumber: Suara Pembaruan