Kemhub Siapkan Strategi Urai Macet Jalur Puncak

Kemhub Siapkan Strategi Urai Macet Jalur Puncak
Sejumlah kendaraan memadati jalur keluar pintol tol Jagorawi, Ciawi, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/6//2019). Memasuki libur hari kedua Lebaran, wisatawan mulai memadati jalur Puncak Bogor sehingga Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta pemberlakuan "contraflow" untuk mengurai kemacetan. ( Foto: ANTARA FOTO / Yulius Satria Wijaya )
Thresa Sandra Desfika / JAS Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:57 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan rekomendasi baru terkait penanganan kemacetan di Jalur Puncak, Bogor. Salah satu rekomendasi jangka panjang yang bakal diajukan ialah pembangunan Jalur Puncak II.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya mendapatkan instruksi dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi supaya menyiapkan cara-cara baru guna menanggulangi kemacetan di Jalur Puncak.

Hal itu mengingat, sudah sejak 1985, manajemen lalu lintas yang diterapkan untuk Jalur Puncak hanya buka-tutup jalan saja. Padahal, jumlah kendaraan terus bertambah setiap tahunnya.

"Satu atau dua  bulan yang lalu Menhub meminta ke saya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menyiapkan langkah-langkah baru terkait penanganan kemacetan di Jalur Puncak. Saya sudah lakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari ide apa untuk jangka pendek dan jangka panjang," ungkap Budi di Bogor, Selasa (13/8/2019).

Dia menyebutkan, untuk jangka pendek, langkah yang disiapkan berupa pengaturan manajemen lalu lintas selain buka-tutup jalan. Sedangkan, solusi jangka panjang di antaranya dengan pembangunan Jalur Puncak II.

"Jadi untuk jangka pendek kita cari cara punya rekayasa apa. Lantas, jangka panjang bisa membangun Jalan Puncak II atau III. Nanti anggarannya bisa dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)," lanjut Budi Setiyadi.

Di tempat yang sama, pemerhati transportasi Darmaningtyas menyarankan, untuk jangka pendek, solusi yang bisa disiapkan untuk menangani kemacetan lalu lintas di Jalur Puncak adalah dengan membangun fasilitas park and ride atau tempat parkir kendaraan pribadi di dekat gerbang tol Ciawi atau di sekitar Gadog. Dari fasilitas tersebut, masyarakat bisa melanjutkan dengan kendaraan umum.

Menurut dia, apabila solusi yang langsung diterapkan ialah pembangunan jalur baru, selain membutuhkan anggaran besar, juga pada saat pengerjaannya bisa menimbulkan efek kemacetan.

"Sebetulnya saya cenderung mendorong pengembangan angkutan umum. Boleh juga tidak hanya jalan yang dibangun tetapi park and ride. Jadi bagi yang mau ke Puncak dibuatkan tempat parkir lalu ada shuttle bus," imbuh Darmaningtyas.



Sumber: BeritaSatu.com