Tidak Terbukti Terlibat Terorisme, Densus 88 Lepas Pemuda Merangin

Tidak Terbukti Terlibat Terorisme, Densus 88 Lepas Pemuda Merangin
Tim Densus 88 Antiteror. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / CAH Senin, 12 Agustus 2019 | 07:26 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Hafidz Seno Azi (26), pemuda Desa Pematang Kancil, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi yang ditangkap Densus 88 terkait kasus dugaan terorisme akhirnya dilepas, Minggu (11/8/2019). Berdasarkan pemeriksaan Densus 88, Hafidz Seno Aji tidak terbukti terlibat terorisme dan ahli merakit bom.

Kapolres Merangin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Kade Utama Wijaya di Bangko, Merangin menjelaskan, Hafidz Seno Aji yang sempat ditahan dan diperiksa di Polda Jambi sejak Sabtu (10/8/2019) sudah dikembalikan kepada keluarga. Lulusan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Tengah itu ditangkap karena diduga pernah belajar ke Suriah.

“Hafidz Seno Azi dijemput keluarga di Polsek Pamenang, Merangin, Minggu siang. Hafidz dikembalikan karena tidak terbukti terpapar radikalisme dan tidak terlibat jaringan terorisme,” ujar I Kade Utama, Minggu (12/8/2019).

Dikatakan, Tim Densus 88 dan Polres Merangin yang mengamankan Hafidz di rumahnya, Desa Pematang Kancil, Pamenang, Merangin sudah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga.

Dijelaskan, Tim Densus 88 mengamankan Hafidz karena diduga terlibat jaringan terorisme dan ahali merakit bom. Pengintaian terhadap kegiatan Hafidz sudah dilakukan sejak Juli lalu. Ternyata setelah diamankan, Hafidz tidak ada terkait dengan jaringan terorisme dan sama sekali tidak terpapar radikalisme.

Sementara itu, Kepala Desa Pematang Kancil, Pamenang, Merangin, Agus yang turut menjemput Hafidz ke Polsek Pamenang mengatakan, berdasarkan keterangan petugas polisi di Polsek Pamenang, orang yang dicurigai Tim Densus 88 terlibat jaringan terorisme tersebut mirip Hafidz. Keberadaan orang tersebut masih terus diselidiki polisi setempat.

"Keterangan petugas kepada pihak keluarga, Hafidz bukan orang yang dicurigai terpapar radikalisme dan terlibat jaringan terorisme. Ketika dilakukan video call dengan salah satu terduga teroris yang saat ini ditahan Tim Densus 88, terduga teroris tersebut ternyata tidak mengenal Hafidz. Hafidz hanya mirip dengan orang yang dicurigai terlibat teroris tersebut," katanya lagi.

Dikatakan, pihak keluarga mengharapkan Polres Merangin dan Densus 88 dapat memulihkan nama baik Hafidz yang sempat ditangkap karena diduga terkait jaringan terorisme. Pemulihan nama baik tersebut dinilai penting agar Hafidz tidak terhambat mencari pekerjaan.

"Sebenarnya orangtuanya tidak mempermasalahkan anak mereka ditangkap karena diduga terkait terorisme. Pihak keluarga kini lega anak mereka dikembalikan dengan baik. Tetapi pihak keluarga mengharapkan tidak ada catatan buruk di kepolisian terhadap Hafidz agar tidak sulit mendapat pekerjaan,”katanya. 

 



Sumber: Suara Pembaruan