Amendemen UUD Terbatas Dinilai Sebagai Langkah Menyelamatkan Negara

Amendemen UUD Terbatas Dinilai Sebagai Langkah Menyelamatkan Negara
Reni Suwarso ( Foto: istimewa )
Willy Masaharu / WM Minggu, 11 Agustus 2019 | 22:44 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Director Institute for Democracy, Security, and Strategic Studies, Reni Suwarso menegaskan, sikap politik dan rekomendasi yang disampaikan Kongres V PDIP patut didukung. Sebab, UUD NRI dengan amendemen memang harus ditinjau ulang.

“Karena setelah dikaji ulang UUD yang sekarang dirujuk telah berubah dari filosofi bangsa dan memberikan ketidakpastian hukum,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Reni mencontohkan, salah satunya adalah dengan tidak adanya lembaga tertinggi negara, supremasi hukum menjadi sirna.

“Sesuai Sila ke-4, “yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaaan dalam permusyawaratan perwakilan” memberi makna pemimpin Indonesia tidak perlu dipilih langsung. Tetapi dipilih oleh orang yang mewakili rakyat dan memiliki kebijaksanaan dan kapasitas,” katanya.

Bila ada kelemahan dalam sistem, katanya, maka sistem diperbaiki tetapi bukan diganti.

“Mengganti sistem selalu ada sinking cost. Dan sekarang ini, Indonesia sedang membayar sinking cost akibat ketergesaan mengamandemen konstitusi,” kata dia.

Reni juga berpendapat, mengamendemen UUD terbatas bukan langkah mundur tapi langkah menyelamatkan negara.

“Reformasi yang hampir satu generasi harus dikaji ulang. Satu yang paling urgent adalah kaji ulang sistem ketatanegaraan. Tidak hanya terkait lembaga dan lembaga tinggi negara (berikut wewenangnya), tetapi juga sistem keamanan nasional (posisi dan peran warganegara dan TNI dan Polri), juga relasi TNI dan Polri,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan